SALAM SERAMBI

Genjot Kualitas Pendidikan, Singkirkan Mafia Anggaran

PEMERINTAH Aceh berencana memanggil seluruh kepala sekolah (kepsek) dan para guru tingkat SMA, SMK, dan SLB se-Aceh untuk membahas pendidikan

Genjot Kualitas Pendidikan, Singkirkan Mafia Anggaran
HUMAS PEMERINTAH ACEH
Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah menyebutkan UMP Aceh tahun 2020 yang ditetapkan pemerintah berlaku untuk seluruh tenaga kerja yang bekerja di bawah 1 tahun dan status masih lajang. 

PEMERINTAH Aceh berencana memanggil seluruh kepala sekolah (kepsek) dan para guru tingkat SMA, SMK, dan SLB se-Aceh untuk membahas pendidikan ke depan lewat program Bersahaja--Bersih luar dalam, sabar dan tekun mencapai prestasi, harus memberikan kenyamanan kepada para guru dan jaminan aktivitas belajar mengajar tepat waktu, terlayani kelompok rentan, dan si miskin--yang akan segera diluncurkan.

Sekda Aceh, Taqwallah, mengatakan, ide program Bersahaja didasari atas alokasi dana Pendidikan di Aceh yang sangat besar. Setiap tahun dianggarkan dana lebih Rp 1 triliun untuk pendidikan Aceh. Namun, besaran anggaran tersebut belum

mampu memperbaiki mutu pendidikan Aceh di tingkat nasional. "Oleh karena itu, Plt Gubernur Aceh Ir Nova Iriansyah MT memerintahkan kami untuk membuat inovasi gerakan baru dalam bidang pendidikan, agar bisa mengangkat mutu pendidikan di Aceh menjadi lebih baik lagi," ujarnya.

Mutu Pendidikan Aceh, kata Taqwallah, setiap tahun memang terus meningkat. Tapi kenaikan itu tetap belum mampu mendongkrak prestasi pendidikan Aceh masuk 10 atau 5 besar nasional. Padahal, untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Aceh, setiap tahun pemerintah menggelar pelatihan ToT untuk guru mata pelajaran UN yang menguras anggaran puluhan milliar rupiah.

"Tapi, jumlah siswa Aceh yang bisa masuk PTN favorit di dalam maupun luar negeri masih sangat sedikit dibanding daerah lain yang plafon dana pendidikannya di bawah Aceh," tandasnya.

Yang menyedihkan lagi, setiap tahun BPS melakukan evaluasi terhadap tingkat pengangguran. Ternyata yang paling banyak menganggur adalah para lulusan SMK. Padahal, tujuan didirikannya SMK adalah untuk menciptakan tenaga kerja menengah dengan skil siap pakai agar bisa mengisi bursa tenaga kerja madya.

Karenanya Taqwallah berharap dengan gerakan Bersahaja ke sekolah-sekolah SMA, SMK, dan SLB yang dibuat Pemerintah Aceh, bisa memecahkan persoalan pendidikan Aceh selama ini.

Kita apresiasi lahirnya konsep pendidikan Bersahaja. Sebab, konsep itu sekaligus mencerminkan bahwa Pemerinmtah Aceh benar-benar sudah sangat menyadari bahwa besanya anggaran untuk sektor pendidikan Aceh yang digelontorkan setiap tahun ternyata belum berkorelasi dengan mutu pendidikan.

Dananya habis, tapi mutu pendidikan tak sesuai harapan. Tahun depan ini, dana yang dialokasikan untuk pendidikan sudah pasti lebih besar tahun 2019. Oleh sebab itu, Pemerintah Aceh kali ini akan melihat efektifitas dan efisiensi penggunaan dana itu. Jadi, anggaran jangan hanya dihabiskan, tapi harus ada hasilnya yang positif. Makanya, kita sependapat jika semua kepala sekolah bahkan guru ikut dipanggil untuk disosialisasikan konsep itu sekaligus meminta komitmen mereka dalam meningkatkan kualitas pendidikan Aceh mulai tingkat dini hingga tingkat menengah atas.

Untuk meningkatkan mutu pendidikan perubahan memang harus dilakukan, khususnya pada posisi kepala sekolah dan guru yang menjadi sentral dari ilmu pengetahuan. Apalagi, sekarang guru tidak lagi menjadi sumber utama ilmu pengetahuan.

Di era digital ini, guru lebih diposisikan menjadi teman, pendamping, fasilitator siswa dalam belakar. Guru menjadi pencerah dalam hal karakter dan nilai-nilai kedisiplinan yang tentu tidak diajarkan langsung di mesin digital.

Konsep pendidikan "Bersahaja" yang digagas Nova Iriansyah dkk memang akan berhadapan dengan kendala-kendala dari kalangan yang mungkin tak ingin berubah. Cuma saja, kita ingin ingatkan Pemerintah Aceh untuk mempu meyakinkan para kepala sekolah, guru, dan masyarakat Aceh bahwa konsep pendidikan Bersahaja yang akan diimplementasikan di Aceh mampu mengikuti dinamika dan keinginan Pusat.

Seorang pengamat pendidikan juga mengingatkan secara gamblang, "Jamak diketahui sektor pendidikan tidak luput dari mafia anggaran. Pejabat-pejabat eselon ada yang bermain halus tanpa disadari telah memanfaatkan anggaran negara untuk kepentingan pribadi. Misalnya, sistem sertifikasi dan bantuan untuk guru selalu dimanfaatkan untuk bagi-bagi."

Nah, konsep Bersahaja dalam penerapannya kelak juga harus bisa membersihkan mafia yang sudah keenakan mengorup anggaran pendidikan setiap tahun. Selamat bersih-bersih Pak Nova dan Pak Taqwa.

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved