Salam

Inisiatif Tepat Dinas Pendidikan Aceh

Bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh tidak hanya merusak permukiman warga, tetapi juga melumpuhkan sarana pendidikan.

Editor: mufti
Serambinews.com/Rahmad Wiguna
ILUSTRASI -- SEKOLAH DARURAT 

Bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh tidak hanya merusak permukiman warga, tetapi juga melumpuhkan sarana pendidikan. Sekolah-sekolah terdampak menghadapi persoalan mendasar: rusaknya mobiler siswa yang menjadi penunjang utama kegiatan belajar mengajar (KBM). 

Dalam situasi seperti ini, kecepatan dan ketepatan kebijakan menjadi kunci agar hak anak-anak untuk memperoleh pendidikan tidak terabaikan. Langkah Dinas Pendidikan Aceh yang segera merehabilitasi mobiler sekolah patut diapresiasi. Tanpa menunggu proses pengadaan baru yang memerlukan waktu dan biaya besar, dinas memilih jalan efisiensi dengan memperbaiki kursi dan meja yang masih layak digunakan. 

Inisiatif ini menunjukkan keberpihakan nyata pada keberlangsungan KBM sekaligus pengelolaan anggaran yang bertanggung jawab. Keputusan tersebut bukan semata soal penghematan, tetapi juga tentang menjaga ritme pendidikan agar tidak terhenti. 

Sekolah yang cepat kembali berfungsi akan membantu memulihkan semangat belajar siswa pascabencana. Anak-anak Aceh berhak kembali duduk di ruang kelas, belajar dengan nyaman, dan menatap masa depan tanpa dibayangi keterbatasan sarana.

Lebih dari itu, kebijakan ini juga mengajarkan nilai penting tentang keberlanjutan dan kepedulian terhadap aset publik. Mobiler yang diperbaiki dan dimanfaatkan kembali menjadi simbol bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bergerak, melainkan tantangan untuk berinovasi.

Selain itu, kita juga berharap para siswa tidak merasa kekurangan atau rendah diri dengan kondisi sarana yang ada. Sebaliknya, mereka justru dapat memetik pelajaran tentang ketangguhan, gotong royong, dan semangat bangkit dari bencana. 

Apa yang dilakukan Dinas Pendidikan Aceh adalah contoh bahwa dalam kondisi darurat, kehadiran negara di sektor pendidikan harus terasa cepat dan nyata. Pendidikan tidak boleh menunggu. Dan ketika inisiatif berpihak pada anak didik, maka masa depan Aceh tetap punya harapan.

Sebelumnya diberitakan, Dinas Pendidikan Aceh mengambil langkah cepat dan hemat anggaran dengan menyulap mobiler sekolah yang rusak akibat banjir menjadi layak pakai kembali, demi mempercepat pemulihan kegiatan belajar mengajar (KBM) di sejumlah sekolah terdampak bencana.

Upaya ini dilakukan agar proses pendidikan tetap berjalan tanpa harus menunggu pengadaan baru yang memerlukan waktu dan biaya besar. “Barang yang masih bisa digunakan kita perbaiki dan manfaatkan kembali,” kata Plt Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, Selasa (13/1/2026). 

Ia menjelaskan, rehabilitasi dilakukan dengan memanfaatkan kembali mobiler yang masih memungkinkan untuk diperbaiki.  Langkah ini ditempuh sebagai bentuk efisiensi anggaran sekaligus komitmen terhadap pengelolaan aset pendidikan yang berkelanjutan.

Murthalamuddin turut meninjau langsung proses rehabilitasi sarana belajar berupa mobiler siswa di sejumlah Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Aceh Tamiang, pada Senin (12/1/2026) kemarin.

Dalam peninjauan tersebut, Murthalamuddin menyampaikan bahwa hingga saat ini sekitar 1.000 unit kursi dan meja siswa yang sebelumnya rusak akibat bencana telah selesai direhabilitasi dan siap digunakan kembali. Alhamdulillah!

POJOK

Para komisioner KIP Aceh terima dan hormati sanksi yang diberikan DKPP

Tapi penjatuhan sanksi ini menjadi kurang terhormat, kan?

Jaga-jaga Trump rebut Greenland, NATO cari cara perkuat keamanan Arktik

Hadapi Trump tak perlu aturan, cukup pakai jurus mabuk, tahu?

Tak masuk Proglenas, kemungkinan revisi UU Pilkada dibahas tahun ini

Terserah Tuan saja, ya?

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved