Suara Parlemen
Anggota DPR RI Rafli Harapkan Peringatan Tsunami Harus Menjadikan Dunia Rindu Terhadap Aceh
“Momen peringatan tsunami harus jadikan dunia itu rindu terhadap Aceh. Mereka negara luar pernah datang ke Aceh,” kata Rafli kepada Serambinews.com
Penulis: Rizwan | Editor: Mursal Ismail
“Momen peringatan tsunami harus jadikan dunia itu rindu terhadap Aceh. Mereka negara luar pernah datang ke Aceh,” kata Rafli kepada Serambinews.com di sela-sela reses ke barat selatan Aceh, Rabu (24/12/2019).
Laporan Rizwan | Nagan Raya
SERAMBINEWS.COM, SUKA MAKMUE – Anggota DPR RI asal Aceh, Rafli, mengharapkan agar peringatan tsunami Aceh yang setiap tahun digelar di daerah ini, tak hanya sebatas seremonial saja.
Namun peringatan tsunami Aceh ini harus dikemas dengan baik, apalagi bencana alam yang sangat dasyat ini merupakan peristiwa dunia.
“Momen peringatan tsunami harus jadikan dunia itu rindu terhadap Aceh. Mereka negara luar pernah datang ke Aceh,” kata Rafli kepada Serambinews.com di sela-sela reses ke barat selatan Aceh, Rabu (24/12/2019).
Menurut Rafli, tsunami Aceh adalah peristiwa alam sangat besar yang menimpa masyarakat Aceh karena ratusan ribu nyawa meninggal dunia serta merusak berbagai bangunan lainnya.
“Tetapi kalau kita melihat dari sisi hikmah, tsunami merupakan pintu hikmah yang paling besar.
Karena itu tsunami harus menjadi momentum suatu peristiwa yang fundamental,” katanya.
• Antusiasme Warga Tinggi, Kemenag Siapkan 11 Teleskop untuk Pengamatan Gerhana Matahari di Simeulue
• Warga Pintu Rime Gayo Tunggang Langgang Dikejar Gajah
• Gerhana Matahari Cincin Terlihat Sempurna, Masyarakat Simeulue Shalat Sunnah di Masjid Baiturrahmah
Menurutnya, tsunami Aceh dalam satu sisi menjadi nilai kontenpelasi atau renungan.
Namun di sisi lain menjadi multiefek pembangunan ekonomi.
Mantan anggota DPD asal Aceh periode lalu mengungkapkan, peringatan tsunami selama ini lebih hanya dikemas acara seremoni saja.
"Banyak masyarakat yang berdampak tidak terlibat dalam peringatan itu, sehingga menjadi seremoni oleh permintah dan tidak menjadi efek apa-apa," katanya.
Padahal kata politisi PKS ini, musibah besar ini menjadi sebuah momentum untuk mengingatkan kembali.
Dengan demikian masyarakat Aceh bisa memadang lebih jauh dan menjadi pemicu dalam membangun kebersamaan.
Menurut Rafli, banyak negara luar datang ke Aceh pascamusibah tsunami akhir tahun 2004 lalu.
Mereka datang membantu dan membangun kembali Aceh, sehingga telah dirasakan manfaat dari kedatangan mereka.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/anggota-dpr-ri-rafli-di-nagan-raya.jpg)