Breaking News:

Berita Banda Aceh

Pusat Studi Falak UIN Ar Raniry Pantau Gerhana Matahari Cincin, Sediakan Dua Teleskop

Pusat Studi Falak Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh melakukan Observasi Gerhana Matahari Parsial

Penulis: Mawaddatul Husna | Editor: Muhammad Hadi
Foto/Pusat Ilmu Falak Fakultas Syariah dan Hukum UIN Ar-Raniry.
Anak-anak antusias memantau gerhana matahari cincin yang digelar Pusat Studi Falak Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry, Banda Aceh, Kamis (26/12/2019). 

Laporan Mawaddatul Husna | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Pusat Studi Falak Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh melakukan Observasi Gerhana Matahari Parsial, di lapangan fakultas setempat, yang dihadiri mahasiswa, dosen, dan masyarakat, Kamis (26/12/2019).

Observasi tersebut dilaksanakan dalam rangka pengamatan gerhana matahari cincin yang dapat dilihat di beberapa tempat di Indonesia, seperti Simelue, Singkil, Sibolga, Siak, Batam, Tanjung Pinang dan lain-lain.

Sementara di Banda Aceh hanya dapat mengamati gerhana matahari parsial atau sebagian.

Karena berjarak jauh dengan deklinasi (lintasan) matahari pada saat terjadinya gerhana matahari cincin.

"Peserta sangat antusias, karena setelah hari ini, gerhana matahari cincin akan terjadi lagi pada tahun 2031.

Sehingga momen langka ini harus benar-benar kita manfaatkan," papar Salah Satu Tim Pusat Studi Falak dan Dosen Ilmu Falak di Fakultas Syariah dan Hukum, UIN Ar-Raniry, Riza Afrian Mustaqim.

VIDEO - Kisah Dibalik Foto Gempa dan Tsunami Aceh, Sang Photografer yang Takut Tinggal di Dekat Laut

Sementara Dekan Fakuktas Syariah dan Hukum, Muhammad Siddiq berharap Pusat Studi Ilmu Falak dapat berperan aktif dalam setiap fenomena Astronomi dan Falak.

"Sehingga dapat terwujudnya UIN Ar-Raniry sebagai pusat kajian falak di Aceh," harapnya.

Warga di Nagan Raya Segel Kantor Keuchik Satu Jam

Dalam observasi tersebut, Pusat Studi Falak menyediakan beberapa peralatan dan alternatif untuk memepermudah pengamatan.

Yaitu teleskop Sky Wtcher ED 100, EQ 6 Pro Mount (go to/otomatis), teleskop Sky Watcher ED 80 (manual), Theodolite Nikon, empat kacamata matahari, dan kaca las hitam din 10.

Selain itu, Ar-Raniry Falak Club (AFC) juga berperan aktif terhadap pelaksanaan observasi ini, dimana AFC sendiri adalah komunitas penggiat Ilmu Falak di lingkunga UIN Ar-Raniry.

Berdasarkan hisab, awal gerhana untuk daerah Banda Aceh dimulai pada pukul 10:03:33 WIB sampai dengan 13:49:34 WIB, dengan puncak gerhana pada pukul 11:50:08 WIB.

Meskipun observasi sempat terhalang awan tebal, namun semangat peserta tetap tinggi hingga akhir gerhana. (*)

Tepuk Tangan dan Cuitan Sambut Pemutaran Perdana Film Ajari Aku Aceh di Taman Budaya

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved