SALAM SERAMBI

Nova ACurhat Tentang Benci dan Sikap Aneh  

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT berharap rakyat, pengamat, politisi, atau siapa pun

Nova ACurhat Tentang Benci dan Sikap Aneh   
FOR SERAMBINEWS.COM
Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Nova Iriansyah bersama Direktur Utama PT. Dirgantara Indonesia, Elfien Goentoro serta tamu lainnya berdiri di depan pesawat terbang N219 di Kompleks PT Dirgantara Indonesia, Bandung, Jawa Barat, Senin (9/12/2019). 

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT berharap rakyat, pengamat, politisi, atau siapa pun jangan sampai membenci Pemerintah Aceh karena program‑program pembangunan yang dicanangkan, terutama pembelian kapal laut dan pesawat terbang.

Menurutnya, pembelian itu adalah program Gubernur Irwandi Yusuf dan ia hanya melanjutkan kebijakan sebelumnya.

"Jangan ketika Pak Irwandi yang usul disetujui, tapi ketika saya yang usulkan tidak. Ini sudah personal namanya. Program gubernur adalah kebijakan daerah. Silakan membenci saya, tapi jangan membenci Pemerintah Aceh," kata Nova dalam lokakarya di Kampus Unimal, Kota Lhokseumawe, awal pekan ini.

Pernyataan Nova itu terkesan seperti curhat di hadapan kalangan akademisi. Ia berulang-ulang mengungkapkan kalimat-kalimat bernada penyesalan atas banyaknya tudingan miring terhadap program-program yang sedang dan akan dijalankan Pemerintahan Aceh yang ia pimpin. ABanyak program yang dicanangkan Pemerintah Aceh dianggap aneh. Misalnya pembelian kapal laut dan pesawat. Padahal, kami menyesuaikan dengan perkembangan teknologi. Kasus pencurian ikan di perairan Aceh, pelakunya menggunakan kapal dengan kecepatan 30 knot. Kita kejar dengan kapal 20 knot, mana bisa. Itu sebab kita perlu kapal laut dan pesawat," kata Nova.

Sebetulnya, Nova adalah orang yang sangat siap menerima kritik. Dalam banyak kesempatan ia selalu menyatakan dirinya dan Pemerintah Aceh tidak antikritik. APemerintah Aceh siap menerima kritik konstruktif dan koreksi dari DPRA terhadap segala program yang dijalankan, selama kritik itu disampaikan demi kepentingan rakyat Aceh. Kami percaya, sikap kritis DPRA itu merupakan kunci penting untuk menjamin suksesnya pembangunan daerah kita, kata Nova pada acara silaturahmi dengan seluruh anggota DPRA periode 2019‑2024, Senin 7 Oktober 2019.

Kerjasama legislatif dan eksekutif, kata Plt Gubernur, merupakan keniscayaan. Sebab, Undang‑Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh menegaskan, Pemerintah Aceh maupun DPRA sama‑sama unsur penyelenggara Pemerintahan Aceh. AYang membedakan keduanya, eksekutif bertindak sebagai implementator pembangunan. Sedangkan teman‑teman di legislatif (DPRA) menjalankan fungsi penganggaran, legislasi, dan pengawasan.

Tentang adanya perbedaan pendapat, Nova berpandangan, APerbedaan pendapat di tengah‑tengah samudera luas mungkin saja terjadi. Hal tersebut sangat wajar akibat cara pandang yang berbeda terhadap tantangan ombak maupun badai. Kritik dan koreksi pasti akan terjadi, dan itu sangat wajar.

Kemudian, saat bersilaturahmi dengan para pimpinan media massa, (Minggu, 15/12/2019), di Rumah Dinas Wagub, Nova Iriansyah, juga menegaskan, bahwa dirinya sebagai pribadi maupun sebagai Kepala Pemerintahan Aceh tidak pernah anti terhadap kritik. Bahkan Nova menganggap kritik adalah suplemen bagi pemerintah untuk bekerja lebih baik lagi. AYang membuat saya alergi adalah ujaran‑ujaran kebencian yang akhirnya menghancurkan karakter. Sebaran kebencian itu sangat berbahaya, itu hoax. Saya tidak antikritik tapi antihoax, ujar Nova.

Ya, kita semakin tahu bahwa yang membuat Nova kesal ternyata adalah kritik-kritik yang sering diarahkan  terhadap dirinya dan Pemerintah Aceh dinilainya tidak konstruktif. Noma malah menganggapnya sebagai fintah atau hoax. Dan, itu ia rasa sebagai pengrusakan karakter.

Sejalan dengan itu, kita juga paham bahwa salah satu esensi ciri negara demokrasi adalah adanya jaminan terhadap seluruh rakyat untuk menyampaikan pendapat, ekspresi, dan aspirasi terhadap kelangsungan seluruh aspek kehidupan bernegara. Namun, yang patut juga disadari adalah fungsi controling dan kritik hendaklah sesuai dengan rambu‑rambu yang berlaku.

Jadi, kritik yang sesungguhnya masih terus dibutuhkan Nova sebagai energi tambahan bagi dirinya adalah kritik yang proporsional, konstruktif, dan tidak Adiboncengi niat politisasi.

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved