Berita Aceh Singkil
Berkelana ke Hutan Liar Rawa Singkil Bersama Sang Pemanggil Orangutan
di Rawa Singkil juga bisa menikmati bunga endemik vanda hookeriana, kawanan monyet, gepak burung rangkong serta buaya berukuran besar
Penulis: Dede Rosadi | Editor: Muhammad Hadi
Mustafa memang memiliki keterbatasan dalam komunikasi. Tetapi cintanya begitu besar terhadap Rawa Singkil.
Ia terlihat menepuk kening sambil menggeleng kepala, ketika melihat pelastik di sungai.
Pertanda kecewa ada yang buang sampah sembarangan di Rawa Singkil.
Hampir setiap hari Mustafa, keliling hutan Rawa Singkil.
Sehingga tahu betul seluk beluk rawa mulai dari alur sungai, lokasi buaya, monyet serta orangutan.
Lantaran kecintaanya serta menguasai wilayan Rawa Singkil, Mustafa menjadi pilihan utama wisatawan lokal maupun turis manca negara ke Rawa Singkil.
"Ada tamu maupun tidak, Mustafa pergi walau sendirian," kata Dragon.
• Sah, Mulai Besok Harga Rokok Naik 35 Persen, Ini Rinciannya
Berpetualang ke Rawa Singkil, bersama Mustafa, di sepanjang perjalanan mendapat hiburan dari tingkah laku dan gerak geriknya.
Ia menunjukan setiap pohon dan hewan yang dilihatnya.
Pandangannya tajam, telapak tangannya seoalah sedang menghormat mengamati sela-sela pohon.
Sayang siang itu orangutan, kendati sudah beberapa kali dipanggil Mustafa tidak berhasil kami temukan.
Termasuk ketika Mustafa mengajak ke sarang orangutan berupa ranting daun yang masih segar.
Pertanda baru saja dijadikan tempat menginap.
"Lagi tidak rezeki," ujar Dragon yang menjadi penerjemah bahasa isyarat bagi sang adik, Mustafa.
Bila menunggu hingga senja, bisa saja bertemu orangutan dengan menunggu di dekat sarang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/bakar-ikan-lele-segar-yang-ditangkap-warga-di-rawa-singkil.jpg)