Breaking News:

Suara Parlemen

HRD Dorong Pusat Bangun Jembatan Tajuk Enang-Enang Bener Meriah

Jika penerbangan langsung dari SIM ke Bandara Rembele Bener Meriah dibuka, dipastikan wisatawan khususnya dari negara tetangga ke Bener Meriah akan.

Penulis: Fikar W Eda | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/FIKAR W EDA
Sekda Bener Meriah Haili Yoga menyerahkan dokumen aspirasi kepada HRD, Jumat (3/1/2020) di Redelong. 

Laporan Fikar W Eda I Bener Meriah

SERAMBINEWS.COM, REDELONG - Anggota DPR RI Komisi V dari Fraksi PKB H Ruslan M Daud (HRD) menerima sejumlah dokumen aspirasi masyarakat Bener Meriah yang disampaikan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Bener Meriah, Haili Yoga di Aula Setdakab Bener Meriah di Redelong, Jumat (3/1/2020).

Penyerahan dokumen aspirasi itu disaksian sejumlah SKPD, anggota DPRK, ulama, tokoh masyarakat, pengurus DPC NU dan juga pengurus DPC PKB Bener Meriah.

Salah satu usulan dalam dokumen tersebut adalah pembangunan jembatan Tajuk Enang-Enang yang sudah direncanakan sejak lama, namun belum terealisasi sampai sekarang.

Sekda Haili Yoga mengharapkan HRD memperjuangkan terwujudnya jembatan tersebut kepada Kementerian PUPR.

Ulama Aceh Harapkan HRD Perjuangkan Pembangunan Infrastruktur Pesantren

Selain itu, Sekda juga mengusulkan agar HRD mendorong Instansi terkait supaya membuka jalur penerbangan langsung dari Sultan Iskandar Muda (SIM) ke Bandara Rembele Bener Meriah.

Menyahuti harapan dan aspirasi tersebut, HRD menyatakan siap mendorong Pemerintah Pusat untuk melakukan pembangunan infrastruktur di kabupaten penghasil kopi ini.

"Khusus jembatan Enang-Enang saya akan jadikan ini sebagai PR di Senayan,” terang HRD.

Politisi PKB ini mengatakan, seingatnya jembatan tersebut pernah direncanakan pembangunannya, dengan panjang jembatan 300 meter lebih.

"Saya akan periksa posisinya sudah sampai di mana, masih dilanjutkan atau sudah dipeti-eskan," janji HRD.

Bupati Bireuen 2012-2017 ini mengatakan usulan Pemkab Bener Meriah patut diperjuangkan, mengingat kondisi jembatan Enang-Enang itu saat ini berada di pinggir tebing bukit yang curam.

Jalannya sempit dan berkelok-kelok yang menyulitkan kenderaan jenis apapun untuk melintas, bahaya dan telah banyak terjadi kecelakaan lalu lintas di lokasi ini.

Sementara terkait jalur penerbangan langsung dari Sultan Iskandar Muda (SIM) ke Bandara Rembele Bener Meriah, HRD sepakat diwujudkan dan merupakan terobosan dalam rangka membebaskan wilayah tengah Aceh dari daerah yang terisolir.

"Karena itu kita mendorong Instansi terkait untuk segera melakukan studi kelayakan penerbangan langsung SIM-Rembele," ujar HRD.

Ia mengatakan saat ini, setiap hari ada tiga kali penerbangan Malaysia-SIM, banyak penumpang asal Malaysia yang berkeinginan menikmati panorama alam di kota dingin berketinggian 1200-1800 meter dari permukaan laut.

HRD Ajak Plt Gubernur Aceh Berikan Perhatian Serius Atasi Konflik Gajah di Bener Meriah

"Wisatawan negara tetangga ini juga punya hasrat untuk menikmati aroma kopi arabika Gayo langsung ditempat produksi. Karena jarak tempuh saat ini mencapai 6-7 jam, mereka mengurungkan niatnya untuk berkunjung ke lokasi agro wisata tersebut," ungkap HRD.

Jika penerbangan langsung dari SIM ke Bandara Rembele Bener Meriah dibuka, dipastikan wisatawan khususnya dari negara tetangga ke Bener Meriah akan banyak, karena hanya butuh waktu 45 menit - 1 jam.

"Dengan demikian Bener Meriah dan Aceh Tengah akan berkembang menjadi destinasi agro wisata," tutup HRD.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved