Breaking News:

Pembunuhan Sopir Travel

Hadi Nurfathon Bunuh Sopir Travel di Aceh Singkil Pakai Kapak dan Tali Rafia, Begini Kronologinya

Hadi Nurfathon (33) telah menyiapkan kapak yang disimpannya dalam tas dari tempat tinggalnya di Kreung Itam, Kecamatan Tadu Raya, Kabupaten Nagan Raya

SERAMBINEWS.COM/DEDE ROSADI
Hadi Nurfathon (33) penduduk Kreung Itam, Kecamatan Tadu Raya, Kabupaten Nagan Raya dituntut hukuman mati atas kasus pembunuhan sopir travel dalam sidang di PN Negeri Singkil, Kamis (9/1/2020). 

Hadi Nurfathon beralasan tujuannya bukan ke Medan sesuai pesanan pertama yang ia lakukan melainkan ke Meulaboh.

Sepulang calon mangsa pertama terdakwa lantas menghubungi rental mobil lain Syafriansyah.

Korban diminta datang sendiri dengan alasan bawa barang banyak.

Hujan Lebat Landa Abdya, Sungai Meluap, Ini Kecamatan yang Banjir Mulai 30 Cm Hingga 3 Meter

Ketika bertemu, terdakwa mengajak korban ke Eco V perkebunan kelapa sawit perusahaan dengan duduk di belakang sopir.

Setelah melewati pos penjagaan kebun perusahaan, Hadi meminta Syafriansyah berhenti dengan alasan mau kencing.

Saat berhenti itulah terdakwa mengayunkan kapak ke rahang kiri korban. Disusul ayunan kapak berikutnya ke arah leher sebanyak dua kali.

"Kapak di keluarkan dari tas, ditebaskan ke rahang kiri korban hingga tersender ke dinding mobil," kata JPU saat bacakan tuntuntuan.

Selesai itu terdakwa berusaha memindahkan korban ke bangku samping sopir.

BREAKING NEWS - Angin Kencang, Hujan & Banjir Landa Abdya, Atap Rumah dan Atap Sekolah Beterbangan

Namun saat memegang perut korban terasa masih ada tanda kehidupan.

Mengetahui itu, pelaku mencari benda hingga menemukan tali rapia.

Halaman
1234
Penulis: Dede Rosadi
Editor: Muhammad Hadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved