Donald Trump Bunuh Qassem Soleimani, Benarkah Target Sebenarnya adalah China?
Sejak akhir Perang Dunia II, kebijakan luar negeri AS telah terobsesi dengan cara mempertahankan statusnya sebagai negara adidaya.
Bagaimana Tentang Kasus Terbunuhnya Soleimani?
Perlu Anda ketahui bahwa China telah menjadi importir utama minyak Iran.
China juga merupakan bagian dari Organisasi Kerjasama Shanghai, yang membuatnya menjadi mitra dekat Rusia.
Karena AS belum sukses memprovokasi Cina ke dalam konfrontasi militer, maka AS menyeret China dalam perang dengan cara yang sama Jerman ditarik ke dalam Perang Dunia I setelah pembunuhan Archduke Franz Ferdinand.
Pertumbuhan ekonomi Tiongkok bergantung pada lingkungan global yang stabil.
AS, di sisi lain, akan lebih suka kekacauan di dunia karena ini memungkinkannya untuk tetap menjadi satu-satunya negara adikuasa.
Sementara AS secara terbuka memusuhi Iran dan Rusia, China adalah hadiah nyata Amerika karena baik Iran maupun Rusia tidak bisa menggantikan AS sebagai negara adikuasa di masa mendatang.
Semua pertandingan perang di Pentagon telah melawan China, bukan Iran atau Rusia.
Artikel ini telah tayang di Intisari-online.com dengan judul Trump Bunuh Qassem Soleimani sang 'Jenderal Peracik Strategi Militer Canggih' Iran, Benarkah Target Sebenarnya adalah China? Simak Penjelasan Berikut Ini...
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/trump-xi-jin.jpg)