Jumat, 12 Juni 2026

Donald Trump Bunuh Qassem Soleimani, Benarkah Target Sebenarnya adalah China?

Sejak akhir Perang Dunia II, kebijakan luar negeri AS telah terobsesi dengan cara mempertahankan statusnya sebagai negara adidaya.

Tayang:
Editor: Amirullah
MarketWatch
Sasaran sebenarnya dari pembunuhan AS terhadap pemimpin militer Iran Qassem Soleimani adalah China 

SERAMBINEWS.COM - Donald Trump berujar bahwa pembunuhan Mayor Jenderal Iran Qassem Soleimani dilakukan sebagai pembalasan dan pencegahan Agresi Iran.

Tetapi, pada kenyataannya, itu sebenarnya bisa menjadi provokasi strategis terhadap China.

Sejak akhir Perang Dunia II, kebijakan luar negeri AS telah terobsesi dengan cara mempertahankan statusnya sebagai negara adidaya.

Ia memelihara aliansi yang kuat seperti Nato dan kehadiran militer di hampir semua penjuru planet ini sebagai bagian dari strategi itu.

Selama bertahun-tahun, pembuat kebijakan berpengaruh seperti Zbigniew Brzezinski berpendapat bahwa AS harus melangkah lebih jauh untuk memastikan supremasi.

Iran, Rusia, dan China, adalah musuh AS karena AS tidak punya kendali penuh atas mereka.

Seorang Pria Ditemukan Tewas di Danau ITB, Ternyata Karena Kecanduan Game Online, Ini Kronologinya

Sempat Jadi Teka-teki, Iran Akui Tak Sengaja Tembak Pesawat Ukraina, Dikira Pesawat Musuh

Tersangka Dijanjikan Rp 40 Juta, Kasus Penyelundupan 2 Kg Sabu via Bandara SIM  

Membangkitkan ekstremisme Islam di ketiga negara ini dapat mengubah teroris-teroris itu melawan negaranya sendiri.

Dengan menciptakan ekstrimisme Islam di wilayah-wilayah ini, para teroris yang tumbuh di dalam negeri kemudian dapat memerangi pemerintah asing ini atas nama AS.

Sehingga mengurangi kebutuhan untuk mengorbankan tentara Amerika.

Akibatnya, perang proksi semacam itu telah menjadi perlengkapan permanen di panggung dunia.

Dalam kasus China, kelompok-kelompok Uygur dari minoritas Muslim di barat laut China, dipersenjatai dengan senjata militer oleh pasukan luar.

Separatis Uygur melanjutkan untuk meneror bagian-bagian China Barat denganpemboman, penikaman dan lainnya.

AS telah membuat secara terbuka jelas bahwa mereka menganggap China sebagai pesaing atau bisa dikatakan 'musuh.'

Mantan Pj Wali Kota Meninggal, Pemko Sabang Sampaikan Duka Mendalam

Nanti Malam Full Wolf Moon Gerhana Bulan Penumbra, Ini Amalan yang Bisa Dilaksanakan Umat Muslim

Penyebab Harry dan Meghan Mundur dari Kerajaan Inggris, Benarkah Karena Ratu Tak Pajang Foto Mereka?

Membuat Banyak Orang Terkesiap, Krisis Iran Lebih Rumit Dari Dugaan Semua Orang Termasuk Anda

Dalam kesepakatan dagang juga demikian, AS secara terbuka mendiskriminasi orang China di seluruh ekonominya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved