Gagal Panen
Hama Potong Leher Serang Belasan Hektare Padi, Petani di Babahrot Gagal Panen
Namun, akibat terserang hama potong leher yang disebabkan oleh jamur, hampir dipastikan hasil panen mereka kali ini, turun drastis.
Penulis: Rahmat Saputra | Editor: Ansari Hasyim
Laporan Rahmat Saputra I Aceh Barat Daya
SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Puluhan petani padi di kawasan Gampong Blang Raja, Kecamatan Babahrot, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) gagal panen.
Pasalnya, padi belasan hektare areal sawah milik puluhan petani itu terserang hama potong leher atau blas.
Padahal, beberapa hari ke depan puluhan petani itu, akan memasuki masa panen.
Namun, akibat terserang hama potong leher yang disebabkan oleh jamur, hampir dipastikan hasil panen mereka kali ini, turun drastis.
Keuchik Gampong Blang Raja, Ridwan membenarkan bahwa ada belasan hektare areal sawah milik petani di Blang Raja terserang hama potong leher.
• Bahas Bendera Bulan Bintang, Eks Petinggi GAM Bertemu Pengamat Intelijen di Istana Wali Nanggroe
• Ceraikan Istri, Seorang Ayah Nikahi Anak Kandung hingga Punya Keturunan, Kisahnya Berujung Tragis
• Masih Ada Sekitar 1.000 Pelamar CPNS Bireuen Belum Sahkan Kartu Ujian, Ini Harapan BKPSDM
"Iya benar, luas yang terserang lebih kurang mencapai 12 hingga 13 hektar," ujar Keuchik Blang Raja, Ridwan.
Ia menyebutkan, hama penyakit potong leher itu sangat cepat menular dan susah dikendalikan bila sudah terserang.
"Berbagai upaya telah dilakukan petani, seperti penyemprotan insektisida dan fungisida. Namun, hama potong leher dengan ciri-ciri batang padi membusuk itu, tetap menyerang padi," terangnya.
Bahkan, katanya, untuk mengantisipasi meluas, ada sebagian petani melakukan penen lebih cepat dari jadwal seharusnya.
"Ya resiko, kalau tidak kita panen lebih awal, maka gagal total. Dengan seperti ini, petani tidak terlalu rugi," ungkapnya.
Ia menyebutkan, rata-rata petani mengalami gagal panen akibat serangan hama tersebut, berkisar 20 persen hingga 70 persen.
"Bervariasi ada yang 50 persen, ada yang gagal mencapai 70 persen, biasa 7 hingga 9 ton ler hektar, kini ada yang dapat 3 dan 4 ton per hektare," katanya.
Ia menyebutkan, salah satu penyebab adanya hama blas itu, biasanya disebabkan hewan serangga kecil seperti kupu-kupu (kupu kaper).
"Luar biasa bahaya hama ini, berbagai varietas ikut terserang, termasuk kristal dan ABT, kalau ABT tidak terlalu banyak, seperti yang lain," sebutnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/padi-5478474.jpg)