Kamis, 11 Juni 2026

Berita Banda Aceh

Pengurus Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Aceh Dilantik

Kepengurusan Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Aceh periode 2020-2023, dilantik dan dikukuhkan oleh DR Ir Heru Dewanto MEngSc yang merupakan...

Tayang:
Penulis: Subur Dani | Editor: Jalimin
For Serambinews.com
Ketua umum pusat PII, Heru Dewanto, saat melantik dan mengukuhkan kepengurusan Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Provinsi Aceh di Banda Aceh, Jumat (10/1/2020) malam. 

Pengurus Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Aceh Dilantik

Laporan Subur Dani | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Kepengurusan Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Aceh periode 2020-2023, dilantik dan dikukuhkan oleh DR Ir Heru Dewanto, M.EngSc, yang merupakan ketua umum pusat organisasi tersebut di salah satu hotel di Banda Aceh, Jumat (10/1/2020) malam.

Dalam pelantikan dan pengukuhan itu, hadir sejumlah undangan dari jajaran kepala SKPA, dan sejumlah rektor universitas di provinsi ujung pulau Sumatera.

Ketua PII Aceh terpilih, Prof Samsul Rizal, usai pelantikan, dalam arahannya menyampaikan, kepengurusan organisasi ini, banyak diisi oleh beragam kalangan, yang bekerja di berbagai bidang dan profesi.

Menurut Samsul Rizal, yang juga merupakan Rektor Universitas Syiah Kuala tersebut, mengatakan, Aceh sebagai provinsi yang memiliki banyak potensi SDA, berupa energi, minyak dan gas, sangat dibutuhkan peran besar dan kontribusi insinyur di provinsi ini untuk mengelolanya.

Di samping SDA, Provinsi Aceh juga memiliki banyak sarjana dan tenaga ahli di berbagai bidang disiplin ilmu teknik, dan kesemuanya rata-rata bergelar Doktor.

Donald Trump Bunuh Qassem Soleimani, Benarkah Target Sebenarnya adalah China?

Seorang Pria Ditemukan Tewas di Danau ITB, Ternyata Karena Kecanduan Game Online, Ini Kronologinya

Pusat Studi Falak Adakan Pelatihan Teleskop Bagi Santri RIAB, Untuk Observasi Gerhana Bulan Parsial

Dan hal tersebut, merupakan sumberdaya manusia, yang harus memberikan kontribusi dan pemikirannya untuk Aceh.

"Perkembangan dan dinamika global saat ini, kompetensi adalah kunci untuk bersaing di tengah era disrupsi yang terus terjadi saat ini," katanya.

Universitas Syiah Kuala sendiri, sambungnya, selaku kawah candradimuka, terus mengembangkan diri untuk menghasilkan ribuan insinyur, yang akan mengisi berbagai kebutuhan nasional dan juga provinsi ini.

"Sebagai kampus, secara SDM Unsyiah lebih unggul dalam bidang keteknikan, hal ini terbukti dengan jumlah profesor dan doktor, saat ini lebih banyak di fakultas teknik," katanya.

Sementara itu, Ketua umum pusat Persatuan Insinyur Indonesia, DR Ir Heru Dewanto, mengatakan, UU keberadaan organisasi ini, sangat dibutuhkan peran sertanya dalam pembangunan nasional.

Keberadaan insinyur di Indonesia, saat ini diatur dalam UU Nomor 11 tahun 2014, tentang Keinsinyuran. Dan melalui regulasi tersebut, terdapat pengakuan keberadaannya tentang PII yang diakui oleh negara.

Wali Kota Banda Aceh Buka Perlombaan Kompetisi Siswa Tingkat Nasional

"Kehadiran UU 11 2014 tersebut, merupakan hal penting bagi organisasi ini, untuk bertransformasi dan mengembangkan wadah ini, guna menyahuti perkembangan dan dinamika yang ada," katanya.

Tantangan bangsa saat ini, adalah soal pengelolaan SDM dan kompetensi. Dan keberadaan PII sebagaimana disebutkan dalam UU tersebut, harus hadir dan berperan dalam pembinaan dan pengembangan para insinyur yang ada saat ini.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved