Selasa, 14 April 2026

Berita Luar Negeri

Amerika Serikat Tambah Sanksi Baru Kepada Iran, Dari Pejabat Hingga 17 Perusahaan

AS mengumumkan sanksi baru terhadap Iran, seraya mempertahankan pembelaan mereka menewaskan jenderal top Qasem Soleimani

Editor: Muhammad Hadi
(Al Baghdadi Township via Sky News)
Pecahan rudal Iran terlihat pasca-penyerangan yang terjadi di Pangkalan Ain al-Assad, markas pasukan AS dan sekutunya, di Irak pada 8 Januari 2020. Iran menyatakan mereka menggelar serangan itu wujud balas dendam atas tewasnya jenderal berpengaruh Qasem Soleimani. 

SERAMBINEWS.COM - AS mengumumkan sanksi baru terhadap Iran, seraya mempertahankan pembelaan mereka menewaskan jenderal top Qasem Soleimani.

Keputusan itu berselang dua hari setelah Teheran menembaki pangkalan AS dan sekutunya di Ain al-Assad dan Irbil, Irak.

Serangan itu disebut merupakan balasan setelah Mayor Jenderal Qasem Soleimani, komandan Pasukan Quds, dibunuh Jumat pekan lalu (3/1/2020).

Penjelasan Iran Soal Penembakan Pesawat Ukraina, Masuk Situs Sensitif Militer Saat Siaga Tinggi

Dalam konferensi pers, Presiden Donald Trump tidak mengumumkan adanya serangan balasan demi menghindari kemungkinan perang dengan Iran.

Sebagai gantinya, Washington tetap memberikan tekanan dengan menjatuhkan sanksi baru kepada Teheran, dilansir AFP Jumat (10/1/2020).

KPK Batal Segel Kantor PDI-P, Pakar Singgung Tindakan Merintangi Penanganan Perkara

"Hukuman ini berarti kami bisa memotong miliaran dollar dukungan kepada rezim itu," kata Menteri Keuangan Steven Mnuchin.

Mnuchin menjelaskan, embargo tersebut bakal menyasar industri baja Teheran, dan menargetkan juga setidaknya delapan pejabat negara.

Menteri Luar Negeri Mike Pompeo menerangkan, Iran bakal kehilangan pendapatan hingga 80 persen karena hukuman mereka.

"Selama mereka terus melanjutkan perbuatan yang melanggar hukum, maka kami akan terus menekan mereka," jelas Pompeo di Gedung Putih.

Skandal Jiwasraya Belum Selesai, Kini Muncul Masalah Asabri, Kerugian Capai Rp 10 Triliun

Di antara para pejabat yang disanksi, terdapat Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Ali Shamkhani.

Wakil Kepala Staf Gabungan Mohammad Reza Ashtiani, serta pemimpin milisi Basij yang setia kepada Teheran, Gholamreza Soleimani.

Kemudian, sebanyak 17 perusahaan di sektor pertambangan dan baja masuk ke dalam sanksi yang disiapkan oleh Washington.

Sanksi itu juga disebut menyasar tiga entitas yang berbasis di China dan Seychelles, termasuk kapal yang terlibat dalam transaksi baja Iran.

Iran Ancam AS, Jika Membalas Siap Luncurkan Ribuan Rudal

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "AS Umumkan Sanksi Baru terhadap Iran, Apa Saja?", 

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved