Gadis Aceh Hilang di Malaysia

Gadis Aceh yang Hilang di Malaysia Sempat Telepon Orang Tua Sambil Menangis, Bekerja Tanpa Gaji

Nurdin (70) ayah dari Syafridawati, gadis asal Gampong Krueng Lingka, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara yang hilang di Malaysia, mendatangi Polda Aceh

Gadis Aceh yang Hilang di Malaysia Sempat Telepon Orang Tua Sambil Menangis, Bekerja Tanpa Gaji
SERAMBINEWS.COM/SUBUR DANI
Ketua YARA, Safaruddin SH mendampingi Nurdin membuat laporan kehilangan anaknya di Malaysia di Polda Aceh, Senin (13/1/2020). 

"Datang pertama minta, tapi Pak Nurdin nggak kasih, datang kedua minta lagi, Pak Nurdin tetap nggak kasih juga. Kemudian datang ketiga kali, si Mutia ini bawa suaminya, katanya nanti akan ada gaji tiga juta sebulan dan akan sering mengirim uang ke Aceh," kata Safaruddin.

Akhirnya karena sudah ada jaminan dan cukup meyakinkan, Nurdin mengikhlaskan putrinya untuk berangkat ke Malaysia bersama Mutia.

Istri yang Baru Dinikahi Kabur, Suami Minta Mahar Rp 30 Juta Dikembalikan

"Pada tanggal 18 Agustus 2015, berangkat orang ini, paspor sudah diurus sama Mutia. Syafridawati dijemput pakek mobil lalu mereka berangkat," kata Safaruddin.

Setelah sampai di Malaysia, Syafridawati sempat memberi kabar bahwa dirinya telah sampai di Malaysia.

"Kemudian lama tak ada kabar, pas puasa 2016 dia telepon sekali pakek nomor Malaysia bahwa dia di sana kerja tapi nggak ada uang karena tidak digaji. Syafridawati menangis, tapi dia tidak bilang kerja di mana," kata Safaruddin.

Lama tak memberi kabar, setahun kemudian Syafridawati kembali menelepon.

Dia kembali memberitahu kepada keluarganya tidak ada uang untuk pulang ke Aceh.

Jadi Buronan KPK, Ternyata Caleg PDIP Sudah Berada di Luar Negeri

"Dia telepon juga sambil menangis. Itulah terakhir kalinya Syafridawati menelepon, setelah itu tidak pernah menelepon dan sampai sekarang dia hilang entah ke mana, tidak ada kabar," kata Safaruddin.

Safaruddin juga menjelaskan, pihaknya sebelumnya pernah meminta bantuan komunitas Aceh di Malaysia untuk mencari sosok Mutia, yang menjadi agen atau yang membawa Syafridawati ke Malaysia.

"Dapat si Mutia ini, dia juga sempat dipanggil ke kedutaan. Ditanya ke mana dia bawa Syafridawati, dia jawab nggak tahu. Syafridawati pergi sendiri nggak tahu ke mana katanya," sebut Safaruddin.

Menteri Intelijen Israel Ancam Bunuh Sekjen Hizbullah Hassan Nasrallah, Batalkan Kunjungan ke Dubai

Halaman
123
Penulis: Subur Dani
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved