Gadis Aceh Hilang di Malaysia
Cerita Ayah Gadis Aceh yang Diduga Dijual di Malaysia, Tiga Kali Putrinya Dirayu untuk Berangkat
Mutia tiga kali merayu Nurdin dan putrinya agar ikut bersamanya ke Malaysia kala itu. Awalnya Nurdin tak mau dan tak memberi izin.
Penulis: Subur Dani | Editor: Safriadi Syahbuddin
Cerita Ayah Gadis Aceh yang Diduga Dijual di Malaysia, Tiga Kali Putrinya Dirayu untuk Berangkat
Laporan Subur Dani | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Nurdin (70) ayah Syafridawati, gadis asal Gampong Krueng Lingka, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara yang hilang di Malaysia, menceritakan kronologis kepergian anaknya ke Malaysia 2015 silam.
Saat itu, Mutia, orang kampungnya datang ke rumah meminta izin untuk membawa Syafridawati guna dipekerjakan di negeri seberang.
Mutia tiga kali merayu Nurdin dan putrinya agar ikut bersamanya ke Malaysia kala itu.
Awalnya Nurdin tak mau dan tak memberi izin.
“Phon dijak dilake, han loen bi. (Pertama dia datang minta, tapi tak saya kasih),” kata Nurdin.
Beberapa saat setelah itu, Mutia kembali membujuk, dia kembali datang ke rumah meminta Syafridawati untuk dibawa ke Malaysia.
• Gadis Aceh yang Hilang di Malaysia Sempat Telepon Orang Tua Sambil Menangis, Bekerja Tanpa Gaji
• VIDEO - Anak Gadisnya Hilang Kontak di Malaysia, Nurdin Buat Laporan ke Polda Aceh
• Gadis Tewas Tanpa Busana Ternyata Mahasiswi Akper, Korban Dibunuh Teman Kuliah, Ini Motif Pelaku
Lagi-lagi Nurdin tetap tidak setuju dan tak mengizinkan anaknya dibawa ke sana.
“Lheuh nyan dijak lom ngon lakoe jih. Dipeugah na gaji lhee juta, tiep buleun jeut dikirem keu loen limong reutoh ribee. Saket diba u rumoh saket, meunyoe han ek dikerja dipewoe u gampong," kata Nurdin dalam bahasa Aceh.
Artinya, setelah itu dia pergi lagi dengan suaminya. Katanya ada gaji tiga juta, setiap bulan dikirim lima ratus ribu. Kalau sakit dia dibawa ke rumah sakit, kalau tidak mau kerja bisa dibawa pulang ke kampung.
Karena terbujuk rayu, yakin dan percaya, konon lagi Mutia satu kampung, akhirnya Nurdin pun mengizinkan anaknya diboyong ke Malaysia.
Setibanya di Malaysia, Syafridawati sempat memberi kabar bahwa dia sudah sampai.
Setelah itu lama anaknya itu tak pernah menghubungi keluarganya di kampung.
“Na ditalipun thon 2016 sige, lheuh nyan thon 2017 sige. Watee ditalipun dikliek, dipeugah keuneuk woe tapi hana peng, nyan keuh nyan sagai lheuh nyan hana tom lee," kata Nurdin lagi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/nurdin-ayah-syafridawati-gadis-aceh-utara-yang-hilang-di-malaysia.jpg)