Warga Singkil Diterkam Buaya
Konflik Nelayan dengan Buaya di Aceh Singkil belum Ada Solusi
“Buaya menyerang manusia sudah berulang-ulang, ini harus mendapat perhatian serius dari pemerintah,” ujarnya.
Penulis: Dede Rosadi | Editor: Nurul Hayati
“Buaya menyerang manusia sudah berulang-ulang, ini harus mendapat perhatian serius dari pemerintah,” ujarnya.
Laporan Dede Rosadi I Aceh Singkil
SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Antonius Ingatan Gulo, nelayan Asantola, Kecamatan Pulau Banyak Barat, Kabupaten Aceh Singkil, diterkam buaya di tengah lautan, Senin (13/1/2020) sekitar pukul 22.00 WIB malam.
Akibat pergelutan itu, ia mengalami luka bekas gigitan buaya di bagian wajah atas dan kepala bagian belakang.
Antonius diterkam buaya, saat sedang menyelam mencari tripang.
Bersama dua nelayan lain di kawasan Pulau Busung, Haloban, Pulau Banyak Barat.
Beruntung, korban selamat setelah bergumul dengan buaya.
Ia hanya mengalami luka di bagian wajah atas dan kepala belakang.
• Tiap Hari Ada Jadwal Penerbangan di Bandara Malikussaleh Aceh Utara, Cek Jadwalnya Disini
"Korban selamat," kata Irwan penduduk Pulau Banyak Barat, Senin (14/1/2020).
Konflik manusia dengan buaya di Pulau Banyak sudah terjadi berulang.
Termasuk korban nyawa melayang.
Akan tetapi, sejauh ini belum ada solusi.
Salah satunya permintaan, memasang penanda di lokasi rawan buaya belum terlaksana.
Padahal dengan dipasang penanda, minimal nelayan berhati-hati.
Ketika menyelam di lokasi rawan buaya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/nelayan-singkil-diterkam-buaya-6.jpg)