Warga Singkil Diterkam Buaya
Konflik Nelayan dengan Buaya di Aceh Singkil belum Ada Solusi
“Buaya menyerang manusia sudah berulang-ulang, ini harus mendapat perhatian serius dari pemerintah,” ujarnya.
Penulis: Dede Rosadi | Editor: Nurul Hayati
Usulan pemasangan penanda di lokasi rawan buaya, disuarakan anggota DPRK Aceh Singkil, Taufik, sejak 2018 lalu.
“Buaya menyerang manusia sudah berulang-ulang, ini harus mendapat perhatian serius dari pemerintah,” ujarnya.
• Ruas Jalan Cot Teube Gandapura - Cot Kruet Makmur Rusak Parah, Begini Kondisinya
Kejadian buaya memangsa nelayan Pulau Banyak Barat, sudah terjadi berulang kali.
Pada 6 Desember 2018, Yasoziduhu diterkam buaya disekitar Pulau Inasuri.
Kemudian pada 9 Oktober 2018, Ama Tebi, nelayan Ujung Sialit, diterkam hewan pemangsa tersebut.
Saat menyelam di sekitar Pulau Matahari.
Sebelumnya, pada Februari 2018, nelayan Desa Suka Makmur, Pulau Banyak Barat, Ereanus Telaumbanua (25) ditemukan meninggal dengan kondisi tanpa kepala
. Korban sempat hilang saat mencari tripang.
Dengan cara menyelam di sekitar Pulau Duo. (*)
• Konflik Buaya Versus Nelayan Pulau Banyak Barat Terus Terjadi, Ini Data Korbannya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/nelayan-singkil-diterkam-buaya-6.jpg)