Kivlan Zen Ngaku Jadi Target Pembunuhan Mantan Menkopolhukam Wiranto hingga Luhut Panjaitan

Mayjen (Purn) Kivlan Zen, terdakwa penguasaan senjata api illegal mengklaim dirinya sempat menjadi target pembunuhan oleh sejumlah tokoh nasional.

Kivlan Zen Ngaku Jadi Target Pembunuhan Mantan Menkopolhukam Wiranto hingga Luhut Panjaitan
Kolase/Tribunnews.com/Antara
Kivlan Zen dan Wiranto 

SERAMBINEWS.COM - Pengakuan Kivlan Zen menjadi target pembunuhan mantan Menkopolhukam Wiranti hingga Luhut Binsar Panjaitan.

Terdakwa kasus penguasaan senjata api ilegal, Kivlan Zen mengaku dirinya sempat menjadi sasaran pembunuhan empat tokoh nasional, termasuk Wiranto dan Luhut Binsar Panjaitan.

Dalam pembacaan nota pembelaan, Selasa (14/1/2020), Kivlan Zen mengaku mendapatkan informasi tersebut dari orang suruhan KIvlan, Helmi Kurniawan alias Iwan.

Mayjen (Purn) Kivlan Zen, terdakwa penguasaan senjata api illegal mengklaim dirinya sempat menjadi target pembunuhan oleh sejumlah tokoh nasional.

Klaim tersebut disampaikan Kivlan saat membacakan eksepsi atau nota pembelaan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (14/1/2020).

Kivlan menyebut dirinya menjadi target pembunuhan oleh Mantan Menko Polhukam Wiranto, Menteri Koordinator bidang Maritim dan Investasi Luhut Panjaitan, Kepala Badan Inteligen Budi Gunawan, dan Gories Mere mantan Purnawirawan Polri.

Quique Setien Latih Barcelona, dari Sapi ke Lionel Messi, Sanggup Bikin Tim Hebat Bermodal 15 Persen

Temui Menteri Perhubungan, Ini Diusul Bupati Aceh Timur, Pembangunan Bandara, Perubahaan Status PPN

Cerita Driver Ojek Online Diajak Hubungan Badan Oleh Penumpang Wanita, Kirim Chat Bikin Istighfar

Terungkap 7 Fakta Baru Kematian Lina, Makanan Terakhir yang Disantapnya Diduga Jadi Penyebab

Menurut Kivlan, hal itu diketahuinya atas informasi dari Helmi Kurniawan alias Iwan, terdakwa penguasaan senjata api sekaligus orang suruhan Kivlan.

"Pada Desember 2018, Iwan menyampaikan bahwa terdakwa (Kivlan) menjadi target operasi untuk dibunuh oleh Wiranto, Luhut Panjaitan, Budi Gunawan, Goris Mere dengan esekutornya tiga orang dari Densus 88," ucap Kivlan.

"Menurut Iwan, satu orang Densus 88 yang membunuh pengawal Prabowo sudah ia bunuh di pemakaman Depok. Kemudian Iwan memberi pengawalan kepada terdakwa tanpa diminta oleh terdakwa," tambah Kivlan.

Kivlan didakwa telah menguasai senjata api ilegal. Ia disebut telah menguasai empat pucuk senjata api dan 117 peluru tajam secara ilegal.

Halaman
123
Editor: Amirullah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved