Berita Bener Meriah

Operator Desa Bawa Kabur Uang Rp 318 Juta, Ini Penjelasan Camat Bandar

Operator desa di Kampung Tanjung Pura, Kecamatan Bandar, Kabupaten Bener Meriah diduga membawa kabur dana desa sebesar Rp 318 juta. Pria berinisial MT

Operator Desa Bawa Kabur Uang Rp 318 Juta, Ini Penjelasan Camat Bandar
Acehselatan.com
Ilustrasi 

Operator Desa Bawa Kabur Uang Rp 318 Juta, Ini Penjelasan Camat Bandar

Laporan Budi Fatria | Bener Meriah

SERAMBINEWS.COM, REDELONG - Operator desa di Kampung Tanjung Pura, Kecamatan Bandar, Kabupaten Bener Meriah diduga membawa kabur dana desa sebesar Rp 318 juta. Pria berinisial MT (35) hingga kini belum diketahui keberadaanya.

Sebelumnya, Reje Kampung Tanjung Pura, Alwin kepada Serambinews.com, mengatakan, MT (35) mencairkan uang di bank dengan cara memalsukan tanda tangannyadan membawa kabur dana desa sebesar Rp 318 juta serta satu unit laptop.

Alwin juga mengatakan, MT sudah tidak berada di kampung sejak 31 Desember 2019, namun pihaknya baru menyadari MT kabur pada tanggal 8 Januari 2020 dan kemudian melaporkan perihal tersebut pada Camat Kecamatan Bandar dan Polsek Bandar secara lisan.

Sementara itu, Camat Kecamatan Bandar, Muktar saat dikonfirmasi, Rabu (15/1/2020) membenarkan, pada tanggal 8 Januari 2020 yang lalu Reje Kampung Tanjung Pura sudah melapor ke Kantor Camat Bandar terkait operator desanya yang juga merangkap bendahara sudah beberapa waktu tidak tampak di kampung.

“Reje Kampung pada tanggal 8 Januari 2020 baru yakin dana desa sebesar Rp 318 juta telah di bawa kabur oleh bendaharanya, kumudian dihari yang sama, reje kampung juga melapor pada Kapolsek Bandar,” ujar Muktar.

Besok, Pemkab Pidie Jaya Gelar Maulid Akbar di Halaman Kantor Bupati, Ini Agenda dan Penceramahnya

LMAN Klarifikasi Keterangan Haji Uma, Jalan Eks Mobil Oil di Matangkuli bukan Aset Kelolaan LMAN

Korban Hanyut dari Aceh Tengah Ditemukan Meninggal di Sungai Samar Kilang, Di Lokasi Air Berputar

Lanjutnya, kemarin kita sudah konfirmasi pada Reje Kampung bahwa penarikan dana desa itu pada tanggal 13 Desember 2019 yang bersumber dari APBN, kemudian ada juga penarikan dana desa pada tanggal 26 Desember 2019 dari rekening desa atau rekening pribadi.

“Saat penarikan dana desa itu, MT tidak lagi memakai spesimen atau tidak memakai tiga  penanda tangan, kepala kampung, seketaris dan bendahara, ternyata dari sebesar Rp 318 juta yang kita duga, justru untuk BUMK sudah ditransfer MT sebanyak Rp 140 juta, mengenai hal itu tadi pagi kita sudah berkoordinasi dengan Bank yang bersangkutan, hampir dipastikan dana desa yang di bawa kabur MT sebanyak Rp 109 Juta,” ujar Camat Bandar.

Muktar menambahkan, mekanisme penarikan dana desa itu sendiri sebelumnya juga ada verifikasi di tingkat Kecamatan pada tanggal 12 Desember 2019, setelah kita verifikasi anggaran untuk beberapa kegiatan di tahap ke-3 di desa itu, seperti BUMK termasuk gaji aparatur kampung.

Puluhan Pelajar SMP 2 Susoh Abdya Masih Belajar di Ruang UKS, Atap Copot Diterbang Angin Diperbaiki

“Kemudian pada tanggal 13 Desember 2019 justru Reje Kampung tidak tahu persis kalau penarikan dana desa itu dari anggaran APBN, pemahaman Reje yang ditarik itu anggaran APBK, ternyata MT menarik dana desa yang bersumber dari APBN, serta MT tidak memberi tahu reje kampung, jadi reje kampung tidak tau persis dana yang ditarik tersebut,” terang Muktar.

Akibat ulah MT, kegiatan di kampung itu tidak dapat dilanjutkan, camat Bandar telah menyampaikan hal itu pada Bupati Bener Meriah dan Inspektorat.

Muktar juga berharap kepada MT untuk segera pulang kekampung dan menyelesaikan persoalan tersebut.(*)

Tagih Utang Rp 70 Juta via Instagram Berujung ke Pengadilan, Ibu Kombes: Saya Malu, Mana Buktinya

Perkantoran di Aceh Singkil belum Patuhi Qanun Kawasan Tanpa Rokok

Anies Baswedan Dituntut Rp 42 Miliar Gara-gara Banjir Jakarta, Kenapa Era Ahok Tidak?

 

Penulis: Budi Fatria
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved