Jurnalisme Warga

Megahnya Kompleks Perkantoran Suka Makmue

TAK ada yang membayangkan sebelumnya, semak belukar yang ada di timur Desa Lueng Baroe, Kecamatan Suka Makmue kini justru berubah

Megahnya Kompleks Perkantoran Suka Makmue
IST
SAIFUL BAHRI, S.H., Sekretaris Disnaker Kabupaten Nagan Raya, melaporkan dari Seunagan, Nagan Raya

OLEH SAIFUL BAHRI, S.H., Sekretaris Disnaker Kabupaten Nagan Raya, melaporkan dari Seunagan, Nagan Raya

TAK ada yang membayangkan sebelumnya, semak belukar yang ada di timur Desa Lueng Baroe, Kecamatan Suka Makmue kini justru berubah 180 derajat menjadi kawasan perkantoran yang cukup megah. Ya, itulah Kompleks Perkantoran Suka Makmue, ibu kota Kabupaten Nagan Raya.

Suka Makmue mulai dibangun tahun 2004  dan diresmikan tahun 2017 oleh Pak Irwandi Yusuf selaku Gubernur Aceh saat itu. Kompleks perkantoran yang disebut-disebut sebagai kompleks perkantoran terbaik di wilayah barat selatan Aceh ini kini semakin bertambah lengkap seiring dengan pembangunan yang terus dilakukan oleh pemerintah setempat.

Ada dua arah masuk untuk menuju Kompleks Perkantoran Suka Makmue, yaitu melalui pintu gerbang (gate)  utama yang terletak di Desa Lueng Baroe, Kecamatan Suka Makmue dan pintu gerbang kedua yang terletak di Desa Ujong Patihah, Kecamatan Kuala.

Memasuki Suka Makmue dari gerbang utama Anda akan disambut oleh garbarata yang cukup megah, taman dengan air pancur, serta jalan dua jalur yang cukup lebar dengan tanaman bunga di kanan, kiri, dan tengah (median) jalan akan mewarnai jalan Anda. Selepas berjalan sekitar 1 km Anda akan disambut oleh sebuah bangunan besar berwarna putih yang tepat berada di tengah-tengah persimpangan antara Jalan Teuku Ben dan jalan depan kantor Kodim. Bangunan itu adalah Masjid Baitul A’la atau Masjid Giok yang rencananya di beberapa bagiannya terutama di lantai dan dindingnya akan menggunakan bahan dari giok yang merupakan hasil alam Nagan Raya.

Masjid ini  kelak akan menjadi ikon Kabupaten Nagan Raya karena akan menjadi masjid pertama di dunia yang menggunakan bahan giok. Masjid ini sedang giat-giatnya dikerjakan dan direncanakan jika tidak ada aral melintang akan bisa digunakan pada akhir tahun ini atau selambat-lambatnya pada awal tahun 2021 nanti.

Setelah Masjid Baitul A’la Jika kita terus lurus maka yang pertama kita temui adalah taman yang terletak di antara Kantor Bupati dan Kantor DPRK Nagan Raya yang baru saja diresmikan  sebagai Ruang Terbuka Hijau Nagan Raya. Taman seluas lebih  kurang 1 hektare itu saat ini sudah mulai ramai dikunjungi warga untuk bersantai bersama keluarga. Di sampingnya juga terdapat sebuah bundaran besar yang di tengah-tengahnya terdapat sebuah kolam. Persis di tengah kolam tersebut dibangun sebuah tugu yang bersimbolkan bunga buah naga. Di sepanjang jalan yang mengitari taman buah naga tersebut masing-masing terdapat rumah dinas Ketua Dewan Perwakilan Rakyat, Pendopo Bupati Nagan Raya, Rumah Dinas Wakil Bupati Nagan Raya, dan kalau agak ke dalam sedikit akan ditemui rumah dinas Sekda dan rumah dinas para kepala satuan kerja perangkat kabupaten (SKPK).

Berbicara tentang perkantoran, maka Nagan Raya cukup bisa dibanggakan karena hampir semua perangkat kerja kabupaten sudah punya bangunan kantor masing-masing. Kantor Bupati Nagan Raya menjadi bangunan termegah di kompleks ini. Bangunan yang persis terletak di tengah-tengah kompleks perkantoran tersebut berkonstruksi tiga lantai dengan ukuran yang cukup luas.

Bangunan bercat cream yang dipadukan dengan putih plus dua menara kiri dan kanan bangunan utama itu kian membuat Kantor Bupati Nagan Raya  sangat indah dipandang mata. Selain kantor bupati, bangunan lain cukup besar adalah Gedung DPRK Nagan Raya, Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, serta kantor lain yang rata-rata dibangun dengan konstruksi dua lantai saja.

Memasuki Kompleks Perkantoran Suka Makmue kita harus sedikit berhati-hati karena banyak terdapat perempatan. Hal ini tentu saja membuat kita harus bisa mengontrol kanan, kiri, dan depan belakang agar terhindar dari kecelakaan. Apalagi di sana belum terdapat lampu lalu lintas (traffic light) karena kondisi lalu lintasnya yang belum begitu ramai.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved