Jumat, 5 Juni 2026

Luar Negeri

Jelang Sidang Pemakzulan, Mayoritas Rakyat Amerika Serikat Dukung Donald Trump Dilengserkan

Mayoritas rakyat Amerika Serikat (AS) mendukung agar Presiden Donald Trump dinyatakan bersalah dan dilengserkan oleh Senat AS.

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
AFP /Saul Loeb
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump hadir dalam kampanye Keep America Great di Huntington Center di Toledo, Ohio, pada 9 Januari 2020.(AFP /Saul Loeb) 

Dalam pembelaan tertulis berjumlah 171 halaman itu, Trump kembali menegaskan percakapan teleponnya dengan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, bukanlah perbuatan kriminal atau kejahatan tingkat tinggi yang layak dimakzulkan.

Partai Demokrat dengan tegas mendakwa taipan real estate itu telah menggunakan kekuasaan kepresidenannya untuk memaksa negara asing, dalam hal ini Ukraina, untuk mengintervensi proses pemilu AS demi kepentingan Trump.

Perbuatan ini, lanjut Partai Demokrat, tak hanya membahayakan keamanan nasional AS, tetapi juga demokrasi mandiri dari negara adidaya tersebut.

Sejauh ini, tidak ada tanda-tanda yang menunjukkan Trump akan dilengserkan.

Angka 67 senator yang diperlukan untuk memakzulkan Trump hampir pasti tidak akan tercapai.

Partai Republik yang menguasai senat malahan telah memberi sinyal akan mempercepat sidang untuk membebaskan Trump.

Melalui pemimpin mayoritas Mitch McConnell, Senat berencana tidak akan menerima bukti baru dan mendengarkan kesaksian baru.

Keputusan Senator dari Kentucky ini dikritik pedas Partai Demokrat yang menuduh McConnell tidak bersikap non-partisan dan mencoba melindungi Trump.

Tim Pengacara Minta Trump Dibebaskan dari Tuduhan Pemakzulan

Tim pengacara Donald Trump menyatakan, mereka minta sang presiden dibebaskan dari tuduhan pemakzulan di level Senat AS.

Dalam materi sidang yang diteruskan Senin (20/1/2020), mereka menyebut upaya impeachment itu "penyimpangan berbahaya" dari konstitusi.

Sementara manajer (sebutan untuk kuasa hukum) yang ditunjuk DPR AS menyatakan, Trump jelas melakukan "perilaku korup dan curang demi Pilpres AS 2020".

Dilansir BBC, sidang pemakzulan terhadap presiden 73 tahun itu bakal digelar Selasa siang (21/1/2020) waktu setempat.

Dia didakwa dengan pasal penyalahgunaan kekuasaan serta menghalangi upaya penyelidikan yang dilakukan oleh Kongres AS.

Apa yang tim pengacara Trump katakan?

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved