Luar Negeri
Jelang Sidang Pemakzulan, Mayoritas Rakyat Amerika Serikat Dukung Donald Trump Dilengserkan
Mayoritas rakyat Amerika Serikat (AS) mendukung agar Presiden Donald Trump dinyatakan bersalah dan dilengserkan oleh Senat AS.
Dalam dokumen pembelaan setebal 171 halaman, kuasa hukum sang presiden mengatakan tuduhan dari DPR AS yang dikuasai Partai Demokrat "sembrono dan berbahaya".
Dalam pandangan mereka, presiden dari Partai Republik itu sama sekali tidak melakukan kejahatan atau melanggar peraturan.
"Demokrat mengajukan dua tuduhan yang sama sekali tak menunjukkan kejahatan, bahkan tidak sampai di taraf kejahatan serius sesuai Konstitusi," ujar dokumen itu.
Karena dianggap tidak melanggar hukum yang ada, tim advokat Gedung Putih pun mengusulkan agar presiden dibebaskan dari tuduhan.
Sementara manajer DPR AS bersikukuh bahwa Trump menekan negara asing demi kepentingan pribadinya di Pilpres AS 2020.
"Dia mengacaukan keamanan nasional dan demokrasi mandiri kita. Dia menggunakan kekuasaannya untuk menutupi perbuatannya," ulas manajer DPR AS.
Trump dituduh meminta bantuan Ukraina untuk menyelidiki mantan Wakil Presiden Joe Biden, yang menjadi calon penantangnya di Pilpres.
Untuk melakukannya, dia disebut menahan bantuan militer Ukraina sebesar 391 juta dollar AS, atau Rp 5,3 triliun, yang disetujui Kongres.
Sementara untuk dakwaan kedua, dia dituding memblokir saksi maupun dokumen yang bisa dijadikan DPR AS sebagai bukti.
Sidang pemakzulan itu bakal dipimpin oleh Hakim Ketua Mahkamah Agung, John Roberts, dengan 100 senator Senat bertindak sebagai juri.
Selama masa persidangan yang diperkirakan bakal berlangsung dua pekan, selama enam jam setiap hari, selama 6 hari sepekan, senator bakal mendengarkan argumen dua pihak.
Dibutuhkan setidaknya dua per tiga dukungan, atau paling sedikit 60 senator, agar Trump dilengserkan dari jabatannya.
Sebuah tugas berat mengingat Demokrat yang berjumlah 45 orang (plus dua senator independen) harus merayu 20 politisi Republik agar membelot.
Republik yang menguasai 53 kursi Senat AS melalui pimpinannya, Mitch McConnell, sudah menyatakan bakal berkonsultasi dengan Gedung Putih
• Benarkah Aceh akan Terapkan E-Tilang Berbasis CCTV di Jalan Raya? Ini Kata Dirlantas Polda Aceh
• Viral Seorang Pria Tendang Wanita Tua di Pasar, Karena Disangka Mencuri
• Tim DPRK dan Pemkab Tinjau Bekas Galian Batu Bara PT Bara Energi Lestari di Nagan Raya
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jelang Sidang Pemakzulan, Mayoritas Rakyat AS Dukung Trump Dilengserkan"
Penulis : Kontributor Singapura, Ericssen
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/presiden-amerika-serikat-as-donald-trump-hadir-dalam-kampanye-keep-america-great.jpg)