Putra Aceh, Dr Nurdin Pimpin Komunitas Bisnis Indonesia Malaysia Bernama IMC
IMC sebuah perkumpulan bisnis antar bangsa yang memfokuskan diri terhadap upaya meningkatkan kapasitas, jaringan, dan produktivitas bisnis islami
Penulis: Fikar W Eda | Editor: Mursal Ismail
IMC sebuah perkumpulan bisnis antar bangsa yang memfokuskan diri terhadap upaya meningkatkan kapasitas, jaringan, dan produktivitas bisnis islami.
Putra Aceh, Dr Nurdin Pimpin Komunitas Bisnis Indonesia Malaysia Bernama IMC
Laporan Fikar W.Eda | Jakarta
SERAMBINEWS.COM, JAKARTA – Masyarakat Bisnis Indonesia Malaysia membentuk sebuah perkumpulan bisnis bernama Indonesia Malaysia Community (IMC).
Putra berdarah Aceh, Dr Nurdin MSi sebagai Ketua IMC yang berkedudukan di Jakarta dan Kuala Lumpur.
“Ini adalah komunitas bisnis yang bersifat nonprofit, terbuka, demokratis, dan mandiri,” kata Nurdin kepada Serambinews.com, Kamis (23/1/2020) pagi.
IMC merupakan sebuah perkumpulan bisnis antar bangsa yang memfokuskan diri terhadap upaya meningkatkan kapasitas, jaringan, dan produktivitas bisnis islami.
Tujuannya membantu memberikan akses yang luas kepada pengusaha dan masyarakat Melayu muslim dan melakukan promosi, pengembangan jaringan, dan pengelolaan informasi bisnis.
”Kita akan bekerja sama dan memfasilitasi kerja sama yang produktif dunia pendidikan Islam dengan pasar kerja melalui standarisasi yang dapat diterima oleh masyarakat global,” katanya.
• Buntut Plagiarisme YouTube JT, Chanel Calon Sarjana Tiba-tiba Hilang, Sudah Dihapus?
• Mahasiswa Demo Bela Wartawan, Tuntut Pelaku Pengancaman Dijerat UU Pers
• Warga Aceh Besar Shalat Istisqa di Lapangan Siron Ulee Titi, Berikut Tata Cara Lengkapnya
Sejarah peradaban Melayu-Indonesia, kata Nurdin, melekat dalam sejarah peradaban dan kebudayaan Islam yang bertumbuh dan terjadi perubahan besar nilai-nilai Islam.
Penyebaran Islam dan lahirnya ulama dan cerdik cendekia dengan karya-karya dan keilmuannya, telah mengangkat peradaban Melayu-Indonesia pada tingkatan bangsa yang besar di tingkat dunia.
Bersamaan dengan itu, pemahaman istilah Melayu bukan lagi merujuk pada suku atau etnik tertentu.
Tetapi sejatinya dimaksudkan kepada hakikat bangsa yang berperadaban tinggi sebagaimana terefleksikan dalam entitas umat yang telah menyerap spirit dan nilai-nilai Islam.
“Sehingga seseorang dikatakan Melayu jika beragama Islam, berbahasa Melayu, dan beradat-resam Melayu,” ujarnya.
Nurdin menambahkan peradaban Bangsa Melayu sangat dikagumi mulai dari Aceh hingga Pahang, dari Bima hingga Mindanau, dari Jawa hingga Patani, dari Padang hingga Kedah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ketua-imc-dr-nurdin.jpg)