Berita Bener Meriah

Videonya Viral, Petinggi Sunda Empire di Aceh, Mohon Netizen Jangan Bully Keluarganya

Publik dihebohkan dengan munculnya kehadiran Keraton Agung Sejagat di Purworejo dan Sunda Empire di Bandung, ternyata Sunda Empire sudah pernah...

Videonya Viral, Petinggi Sunda Empire di Aceh, Mohon Netizen Jangan Bully Keluarganya
www.serambitv.com
Kelompok yang tengah menjadi kontroversi tersebut ternyata mengembangkan sayapnya hingga kawasan Aceh sejak 2019 lalu. 

Videonya Viral, Petinggi Sunda Empire di Aceh, Mohon Netizen Jangan Bully Keluarganya

Laporan Budi Fatria | Bener Meriah

SERAMBINEWS.COM, REDELONG - Publik dihebohkan dengan munculnya kehadiran Keraton Agung Sejagat di Purworejo dan Sunda Empire di Bandung, ternyata Sunda Empire sudah pernah mengadakan sosialisasi di Aceh Utara.

Kelompok yang tengah menjadi kontroversi tersebut ternyata mengembangkan sayapnya hingga kawasan Aceh.

Video Sunda Empire di Bandung dan pertemuan Sunda Empire di Aceh Utara viral di sejumlah media mainstream dan media sosial. 

Governor Nusantara Area I, jabatan dalam Sunda Empire-Earth Empire, Ismail warga Bener Meriah yang videonya viral, memohon kepada netizen dan seluruh masyakat yang telah menonton video viral tersebut untuk menilai lebih objektif dan profesional dalam mencerna berita tersebut.

“Sampai ada yang menghujat atau membully anak-anak saya di media sosial degan kata-kata yang membuat keluarga saya menjadi shock,” ungkap Ismail yang memakai bintang dua di dalam video viral itu ke Serambinews.com, Sabtu (25/1/2020) melalui pesan WhatsApp.

Una Maulina, Gadis Cantik Asal Aceh Dikirimi Emoji Jatuh Cinta Sahrul Gunawan, Begini Responsnya

Virus Corona dari China Telan Banyak Korban, Adakah Obatnya? Simak Penjelasan Dokter

Gempa 6,8 SR Guncang Provinsi Elazig, Turki, 21 Orang Meninggal

Lanjutnya, itu hukuman sosial yang sagat menyakitkan kami tanpa mereka mempelajari/menelaah sejarah Dunia. 

“Kita selaku hamba Allah SWT walau rambut sama hitam tapi pikiran, ilmu, pengalaman pasti berbeda, seperti kata pepatah, lain lubuk lain ikannya, lain orang lain penguasaan ilmu pengetahuan,” ungkap Ismail.

Dikatakanya, kalau ibarat saya perumpamaan, ilmu pengetahuan yang kita peroleh dibangku pendidikan SD misalnya, pasti berbeda degan ilmu pengetahuan yang didapat di jenjang pendidikan SMP, begitu seterusnya hingga ke mahasiswa dan prof.

Halaman
12
Penulis: Budi Fatria
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved