Aceh Hebat

Perusahaan Produsen Marmer Siap Bangun Pabrik di Aceh

Ferdinand Gumanti yang sebelumnya telah berkunjung ke Aceh mengakui batu marmer atau granit dari Aceh punya nilai jual tinggi di pasar nasional.

Perusahaan Produsen Marmer Siap Bangun Pabrik di Aceh
Dok: Humas BPPA
Plt Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah saat mengunjungi pabrik marmer PT Fajar Gelora Inti terkait rencana kerjasama. 

Laporan Fikar W Eda | Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - PT Fajar Gelora Inti atau Fagetti, adalah perusahaan produsen dan supplier marmer  di Indonesia.

Perusahaan tersebut siap lakukan kerjasama dengan Pemerintah Aceh, termasuk transfer of knowledge kepada putra putri Aceh.

Kesiapan ini disampaikan Presider Fagetti, Ferdinand Gumanti saat menyambut kunjungan Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah ke pabrik Faegtti di Cibitung, Bekasi, Senin (27/1/2020).

Gumanti menyatakan perusahaannya siap bekerja sama dengan Pemerintah Aceh  mengelola sumber daya alam (SDA) terutama batu alam di provinsi tersebut. 

Fagetti didirikan pada tahun 1986 mengolah batu alam dengan produk utamanya marmer.  Ferdinand Gumanti mendapatkan penghargaan prestisius dari Antica Libera Corporazione Dell'Arte Della Pietra, Italia sebagai Master of Art Stone pada tahun 2014.

Ini merupakan penghargaan satu-satunya yang diberikan oleh lembaga tersebut kepada tokoh di Asia.

Plt Gubernur Aceh  Nova Iriansyah, melakukan kunjungan kerja ke pabrik tersebut  memenuhi undangan dari PT Fajar Gelora Inti bernomor: 019/FGI/1/2020. 

"Kita berharap akan ada kerjasama dengan PT Fajar Gelora Inti. Selain sudah berpengalaman, mereka juga punya jaringan luas secara nasional," ujar Nova.

Nova mengatakan, di Aceh  batu marmer atau granit punya nilai jual tinggi pada pasar nasional, hal itu diakui langsung oleh Presdir PT. Fajar Gelora Inti, Ferdinand Gumanti yang sebelumnya telah berkunjung ke Aceh. 

"Inti dari kerjasama ini bukan saja pembangunan pabrik yang nantinya mungkin akan berlokasi di Ladong, Aceh Besar, namun sekaligus pula melakukan transfer of knowledge kepada pemuda-pemudi Aceh dalam rangka peningkatan SDM di Aceh," jelas Nova.

Dengan begitu, tambahnya, pabrik tersebut nantinya akan menjadi pabrik pertama yang menjadi contoh dan bisa saja tumbuh di daerah lainnya yang memiliki batu-batu alam dengan nilai jual baik di pasar nasional bahkan internasional.

"Kita berharap pihak Fagetti dengan timnya bisa sesegera mungkin turun ke Aceh dan melakukan survei daerah mana yang akan dikembangkan, nanti pemerintah Aceh akan membantu perizinan dan segala macamnya. Kemudian, baru akan dilakukan tindaklanjut apakah penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) atau langsung Memorandum of Engagement (MoE)," jelasnya.

Hadir dalam pertemuan itu Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh Ir Mahdinur, Ketua Kadin Aceh, H Makmur Budiman SE, dan Direktur PT Pembangunan Aceh, Zubir Sahim.(*)

Masyarakat Lamteuba Minta Pemkaran Kecamatan Seulimuem Jadi Kecamatan Seulawah Agam

Kawanan Gajah Liar Kembali Muncul di Perumahan Translok Blang Lango Nagan Raya

Api Sampah Sebabkan Ilalang di Jalan Lambhuk Terbakar, Ini Imbauan Petugas Pemadam Kota Banda Aceh

Kebakaran Hotel 61 dan AW, Petugas Pemadam Kesulitan Memadamkan Api

Ibu Ini Sedih Dengar Cerita Putrinya, 4 Hari Terjebak di Asrama Kampus di China Akibat Virus Corona

Penulis: Fikar W Eda
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved