Berita Aceh Timur

Kekurangan Blangko E-KTP, DPRK Aceh Timur Temui Ditjen Dukcapil di Jakarta

Setelah koordinasi dengan Ditjen Dukcapil Kemendagri RI, jelas Fattah Fikri, hal yang sama juga dialami seluruh kabupaten kota di Indonesia.

Kekurangan Blangko E-KTP, DPRK Aceh Timur Temui Ditjen Dukcapil di Jakarta
For Serambinews.com
Ketua dan Anggota Komisi A DPRK Aceh Timur, Fattah Fikri, Ibrahim, dan Elma, beserta Kadisdukcapil Amiruddin, konsultasi dengan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kemendagri, terkait kekurangan blangko KTP elektronik, di Jakarta, Rabu (29/1/2020). 

Laporan Seni Hendri | Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI – Karena kekurangan blangko KTP elektronik atau E-KTP, Komisi A DPRK Aceh Timur, bersama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Aceh Timur, konsulatsi dengan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kemendagri, di Jakarta, Rabu (29/1/2020).

Anggota DPRK itu terdiri dari Ketua Komisi A, yang juga Ketua Fraksi Partai Aceh, Fattah Fikri, sekretaris, dan anggota Komisi A, Ibrahim alias Panglima Odon, dan Elma, didampingi Kadisdukcapil, Amiruddin NN SH.

Mereka disambut pejabat (Ditjen Dukcapil) Kemendagri, yaitu Dr Nurdin, dan Sukirno.

Ketua Komisi A DPRK Aceh Timur, Fattah Fikri, kepada Serambinews.com, Rabu (29/1/2020), mengatakan konsultasi mereka ke Ditjen Dukcapil Kemendagri RI, untuk menyahuti aspirasi masyarakat terkait Disdukcapil masih kekurangan blanko untuk mencetak KTP elektronik.

Selama ini, jelas Fattah Fikri, jumlah blanko KTP elektronik yang disalurkan ke Disdukcapil Aceh Timur, sekitar 500-1000 keping per bulan. Sedangkan, kebutuhan blanko E-KTP hingga 2020 ini mencapai 41 ribu keping.

Setelah koordinasi dengan Ditjen Dukcapil Kemendagri RI, jelas Fattah Fikri, hal yang sama juga dialami seluruh kabupaten kota di Indonesia.

Berdasarkan keterangan dari Ditjen Dukcapil, jelas Fattah Fikri, kendalanya dari Kementerian Keuangan, karena tahun 2020 ini Menkeu memplot dana untuk cetak KTP sebanyak 16 juta keping, sedangkan kebutuhannya 40 juta keping.

“Tahun 2020 ini kita telah disalurkan blanko sebanyak 10 ribu, tapi masih kekurangan sebanyak 31 ribu keping blanko KTP. Karena itu, kita konsultasi dengan Ditjen Dukcapil agar dilakukan penambahan jika stok blanko di daerah telah habis. Harapan kita semua warga yang telah melakukan perekaman dapat segera memiliki KTP elektronik,” harap Fattah Fikri.

Hari Pertama Tes SKD, 188 Peserta CPNS Aceh Timur Dinyatakan Gugur

Cegah Virus Corona, Bupati dan Forkopimda Pantau Bandara di Nagan Raya

Sempat Dinyatakan Hilang, Nelayan Pulau Banyak Aceh Singkil Akhirnya Selamat, Begini Perjuangannya

Kadisdukcapil Pemkab Aceh Timur, Amiruddin NN SH, mengatakan tingginya jumlah warga yang belum cetak KTP elektronik, karena Disdukcapil secara terus menerus melakukan perekaman baik di dinas setempat, kantor kecamatan, maupun sekolah.

“Semua yang telah perekaman tapi belum cetak KTP elektronik sekitar 41 ribu, tapi semuanya telah diberikan surat keterangan (Suket),” jelas Amiruddin.

Amiruddin menyebutkan, Ditjen Dukcapil, menyalurkan blanko e-KTP secara bertahap sesuai jumlah penduduk yang telah melakukan perekaman.

“Tahun ini kita disalurkan sebanyak 10 ribu keping. Jika stok sisa 1000 lagi, maka langsung kita minta dikirim lagi. Sesuai aturan yang diprioritaskan untuk dicetak KTP-nya lebih dulu yaitu yang sudah perekaman, dan diberikan suket,” jelas Amiruddin.

Sedangkan, KTP yang sudah mati tanggalnya tahun 2017 lalu tidak dipriortaskan, karena meski tanggal di KTP-nya mati tahun 2017, tapi tetap masih berlaku. (*)

Penulis: Seni Hendri
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved