Breaking News:

Akademisi UIN Ar Raniry: Aceh Tertinggal Akibat Tinggalkan Warisan Intelektual Masa Silam

Kondisi Aceh saat ini yang tertinggal salah satunya disebabkan karena meninggalkan warisan intelektual Aceh masa silam

Editor: Muhammad Hadi
FOR SERAMBINEWS.COM
Akademisi UIN Ar-Raniry, Dr Tgk Teuku Zulkhairi MA 

SERAMBINEWS.COM - Kondisi Aceh saat ini yang tertinggal salah satunya disebabkan karena meninggalkan warisan intelektual Aceh masa silam.

Dengan melupakan warisan para ulama terdahulu, maka generasi Aceh saat ini gagal meraih doa dan keberkahan dari mereka.

Selain itu, juga gagal menerjemahkan pesan-pesan mereka yang berasal dari kitab Arab-Melayu ke dalam kehidupan sehari-hari, baik kehidupan pribadi maupun dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara.

Akibatnya kehilangan arah yang dituju.

Hal itu disampaikan Akademisi UIN Ar-Raniry, Dr. Tgk. Teuku Zulkhairi, MA saat mengisi pengajian rutin Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI) di Rumoh Aceh Lambada Kupi, Gampong Pineung, Banda Aceh, Selasa (28/1) malam.

"Sangat besar kemungkinan keadaan Aceh hari ini tertinggal disebabkan meninggalkan warisan intelektual Aceh masa silam," ujar Tgk Zulkhairi, menjawab jamaah pengajian KWPSI yang menanyakan apakah karena saat ini orang-orang Aceh meninggalkan warisan intelektual ulama masa silam, sehingga Aceh sulit bangkit dan berjaya.

VIDEO - KWPSI Gelar Peringatan Maulid Nabis Muhammad SAW dengan Tausyiah dan Santunan

Dosen Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry ini menambahkan kitab-kitab Arab-Melayu merupakan warisan peradaban Islam masa lalu yang sangat bernilai.

Sebab, disamping ditinjau dari aspek sejarah dimana kitab-kitab ini berperan penting dalam penyebaran Islam di masa lalu, di sisi lain juga memiliki muatan yang dapat menjawab tantangan zaman.

"Dari segi muatan, isi kitab-kitab Arab-Melayu yang tersebar di dunia Melayu cukup mewakili kesempurnaan ajaran Islam yang mengatur seluruh sendi kehidupan, utamanya Aqidah, Ibadah dan Akhlak Tasawuf," terang Zulkhairi.

Menurutnya, kitab-kitab Arab-Melayu yang mulai diperkenalkan di era Samudera Pasai memainkan peran sentral dalam mengantarkan kejayaan peradaban Islam di Aceh dan dunia Melayu masa silam.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved