Kamis, 16 April 2026

Berita Bireuen

Belum Ada Suplai dari PDAM, Warga Gampong Baroe Peudada Kesulitan Air Bersih

"Air sumur di desa kami asin sejak puluhan tahun lalu dan tidak layak pakai, airnya berkeruh berwarna kekuning-kuningan,"

Penulis: Ferizal Hasan | Editor: Yusmadi
SERAMBINEWS.COM/FERIZAL HASAN
Tarmizi, Keuchik Gampong Baroe, Peudada, Bireuen. 

Laporan Ferizal Hasan | Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Warga Desa Gampong Baroe, Peudada, Bireuen, Aceh, mengaku kesulitan air bersih.

Sejak puluhan tahun lalu hingga kini, warga setempat terpaksa menggunakan air berkeruh, asin, dan kekuning-kuningan untuk kebutuhan sehari-hari.

Kecuali untuk minum, warga setempat membeli dan mengangkut air bersih dari desa sekitarnya.

Keuchik Gampong Baroe, Peudada, Bireuen, Tarmizi, kepada Serambinews.com, Jumat (31/1/2020) mengatakan, desanya memiliki jumlah penduduk mencapai 700 jiwa dari 190 Kepala Keluarga (KK).

Kata Tarmizi, mayoritas penduduk desanya bergantung hidup sebagai nelayan.

Karena di Desa Gampong Baroe Peudada terdapat tambak dan berbatasan dengan laut Selat Malaka.

"Air sumur di desa kami asin sejak puluhan tahun lalu dan tidak layak pakai, airnya berkeruh berwarna kekuning-kuningan," kata Tarmizi.

Remaja Islam tidak Tahu Rukun Islam, Letkol Deki: Datok Harus Bertanggung Jawab

Warga Gampong Baroe Peudada Kesulitan Air Bersih, Ini Harapan Masyarakat

Jalan ke Pantai Wisata Ujong Seuke Peudada belum Tersentuh Aspal, Destinasi Wisata Baru di Bireuen

Pada Tahun 2019, pihaknya mulai membangun jaringan air bersih menggunakan dana desa.

Namun pihak PDAM Krueng Peusangan, tidak mau menyuplai air ke jaringan yang dibangun dengan dana desa.

Dengan berbagai alasan dari pihak PDAM.

"Kami sangat mengharapkan kepada Ketua DPRK dan anggotanya serta kepada Pemkab Bireuen untuk mencari solusi, agar masyarakat kami dapat mengkomsumsi air bersih," harap Tarmizi. 

Tim Teknik Sudah Turun ke Lokasi

Sementara itu, Direktur utama (Dirut) PDAM Krueng Peusangan, Isfadli yang dikonfirmasi Serambinews.com secara terpisah mengatakan, pihaknya sudah menurunkan tim teknik ke Desa Gampong Baroe Peudada.

Dikatakan Isfadli, berdasarkan hasil survey ke lokasi, ada beberapa kendala di lapangan sehingga pihaknya belum bisa menyambung pipa PDAM ke pipa jaringan air yang dibangun masyarakat dengan dana desa itu.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved