Breaking News:

Citizen Reporter

Dampak Virus Corona, Warung Indonesia di Taiwan Tutup

Berdasarkan data terkini yang dirilis pada Selasa, (4/2/2020) lebih dari 20.000 orang terinfeksi, 426 orang meninggal

www.serambitv.com
Perawat bernama Liu Haiyan itu dikabarkan tidak bisa pulang selama satu minggu penuh karena harus bekerja. 

Bahkan, akibat kian merebaknya epidemic pneumonia Wuhan atau radang paru-paru yang disebabkan virus corona ini menyebabkan warga kesulitan membeli masker.

Sehingga Perdana Menteri Su Tseng-Chang pada Senin (3/2/20) memutuskan bahwa pembelian masker harus dengan menggunakan nama asli sesuai dengan kartu identitas.

Sistem pembelian ini diberlakukan efektif pada Kamis (6/2/20).

Setiap orang hanya dapat membeli satu kali dalam seminggu, seharga NT$ 10 untuk dua masker.

Diperiksa Soal Kasus Dugaan Proyek Fiktif, Berikut Penjelasan Mantan Sekretaris DPUPR Subulussalam

Sejauh yang saya pantau pada Minggu (2/2/2020), wabah corona virus berdampak pada berkurangnya minat masyarkat melakukan aktivitas di luar rumah.

Ini terlihat di sepanjang jalur angkutan Mass Rapid Transit (MRT) Kota Taipei yang kini menjadi sepi.

Biasanya pada hari Minggu atau hari-hari besar tertentu, sarana publik akan dipenuhi oleh penduduk lokal, juga para imigran di Taiwan.

Termasuk pekerja migran Indonesia yang saat ini berjumlah sekitar 272.000 orang.

Biasanya mereka menggunakan hari Minggu untuk melepas penat dan bersilaturahmi dengan sesama pekerja di Indonesia. Taipei Main Stasion (TMS) adalah salah satu tempat terfavorit mereka untuk melepas tawa dan menikmati kuliner Nusantara di area

“Indonesian Street” yang menjual berbagai macam hidangan Indonesia seperti, bakso, soto, satai, cendol, dan berbagi menu lainnya.

Unik, Bayi Diberi Nama Alhamdulillah Rejeki Hari Ini, Ternyata Ada Kisah Mengharukan Dibaliknya

Halaman
123
Editor: Mursal Ismail
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved