Minggu, 10 Mei 2026

Berita Aceh Utara

Petani dan Penyuluh Pertanian Aceh Utara Belajar Bertani ke Thailand & Malaysia, Pakai Uang Pribadi

Mereka memakai uang pribadi masing-masing untuk belajar bertani di ke dua negara ini selama 3-7 Februari 2020.

Tayang:
Penulis: Jafaruddin | Editor: Mursal Ismail
Kiriman Mukhtar
Puluhan penyuluh pertanian dan petani belajar atau studi banding ke Thailand dan Malaysia bersama Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Aceh Utara Mukhtar SP. 

Mereka memakai uang pribadi masing-masing untuk belajar bertani di ke dua negara ini selama 3-7 Februari 2020.

Laporan Jafaruddin I Aceh Utara

SERAMBINEWS.COM,LHOKSUKON – Puluhan penyuluh pertanian terbaik dan petani di Kabupaten Aceh Utara melakukan studi banding ke Thailand dan Malaysia. 

Mereka memakai uang pribadi masing-masing untuk belajar bertani di ke dua negara ini selama 3-7 Februari 2020.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan  Aceh Utara, Mukhtar SP, menyampaikan hal ini kepada Serambinews.com Kamis (6/2/2020). 

Menurutnya, tujuan penyuluh pertanian dan petani itu studi banding ke dua negara tetangga ini untuk menambah ilmu tentang informasi dan teknologi pertanian di sana. 

“Kita ketahui selama ini bahwa negara Thailand merupakan negara pengekspor hasil pertanian tertinggi di kawasan Asia Tenggara. 

Selain itu, juga memiliki hasil pertanian yang bagus jumlah produksi maupun mutunya,” kata Mukhtar. 

Suplai Air Bersih PDAM Tirta Mon Pase di Aceh Utara Terganggu, Ini Sebabnya

Terlahir dengan Kelamin Ganda, Pria Ini Bingung Harus Hidup Seperti Apa, Akhirnya Lakukan Operasi

Dinkes Pantau Dua Mahasiswi dari Cina, Sudah Pulang ke Rumah Orangtua Masing-masing

Menurutnya, selama ini Indonesia merupakan negara yang mengimpor berbagai produksi pertanian dari Thailand.

“Baik itu pertanian tanaman pangan dan hortikultura lainnya,” katanya.

Mukhtar mengatakan para petani dan penyuluh itu bertanggungjawab besar dalam meningkatkan produksi pertanian di Indonesia umumnya dan Aceh khususnya

“Maka dari itu saya sebagai Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Aceh Utara harus melakukan terobosan-terobosan. 

Penyuluh harus menguasai inovasi dan teknologi  dalam meningkatkan produksi pertanian,” katanya.

Menariknya, menurut Mukhtar mereka juga bersedia menggunakan dana swadaya sendiri untuk studi banding ke dua negara tersebut.

Harapannya mereka dapat membawa pulang ilmu pengetahuan di kedua negara itu.  

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved