Breaking News:

Investasi UEA di Aceh

Menteri Agama Fachrul Razi: Aceh Harus Bersiap Sambut Investasi UEA

Menag Fachrul Razi mengatakan, Aceh harus segera bersiap menyambut rencana investasi Uni Emirat Arab (UEA) di bidang properti.

Penulis: Fikar W Eda | Editor: Taufik Hidayat
For Serambinews.com
Menteri Agama saat menerima 25 tokoh Aceh di Jakarta, Kamis (6/2/2020). 

Laporan Fikar W Eda | Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Menteri Agama Fachrul Razi  menyatakan, Aceh harus segera bersiap menyambut rencana investasi Uni Emirat Arab (UEA) di bidang properti. Dari segi keamanan, Aceh dinyatakan daerah paling aman.

Hal itu disampaikan Menteri Fachrul Razi saat menerima 25 tokoh Aceh di bawah Taman Iskandar Muda (TIM) Jakarta di Kementerian Agama RI, Jalan Pejambon, Jakarta Pusat, Kamis (6/2/2020).

"UEA sangat bersemangat investasi di Aceh. Maka harus disambut dengan baik," kata Menteri Agama.

Ia mengingatkan rencana investasi UEA di Aceh harus dimanfaatkan betul untuk kemajuan Aceh. Menteri Agama mengaku sudah berkomunikasi dengan Pangdam Iskandar Muda soal keamanan di Serambi Mekkah. Disampaikan bahwa tidak ada masalah dengan keamanan. 

Aceh masuk dalam daerah paling aman. "Aceh itu daerah yang paling aman," kata Fachrul Razi mengutip pernyataan Pangdam Iskandar Muda.

Ia mengharapkan peran dan pengaruh tokoh Aceh di Jakarta untuk sama-sama mendorong kemajuan Aceh.

Ia juga menyampaikan, bahwa negara-negara seperti Arab Saudi dan UEA menjadi negeri yang terbuka, tapi tetap mencirikan negara Islam.

Menteri Agama yang belum lama ini mengunjungi UEA, menceritakan UEA adalah negara yang terbuka, tapi pada saat masuk waktu shalat, maka akan terdengar suara azan yang indah, dari masjid utama dan suara adzan  itu ditayangkan di masjid masjid lain dan dalam gedung-gedung tinggi. "Jadi adzannya hanya satu dari masjid besar," cerita Fachrul Razi.

Sejak dilantik sebagai Menteri Agama, ini adalah pertemuan pertama Fachrul Razi  dengan tokoh-tokoh  Taman Iskandar Muda, organisasi perkumpulan masyarakat Aceh di Jakarta Bogor Tangerang, Depok, Bekasi (Jabodetabek) dan Banten.

Delegasi TIM dipimpin Ketua Pengurus Pusat TIM, Surya Darma. Sejumlah tokoh Aceh yang hadir, diantaranya H. Adnan Ganto, Mustafa Abubakar, Azwar Abubakar, Sayuti Abubakar, Tarmizi A Karim, Anwar Johan, T. Safli Didoh,  Saripudin Husin, Arif Jamaluddin, Humaimah Wahid, Fikar W.Eda, Ayah Muchtar, Azwani Sabil, Sayuti Is, Sulaiman AB , Asyik Ali, Ibrahim Pidie, Salahuddin Nyak Kaoy dan lain-lain.

Menteri Agama Fachrul Razi didampingi Sekjen Kementerian Agama dan beberapa pejabat kementerian.

Di awal pertemuan, Ketua PP TIM Surya Darma, menyampaikan apresiasi dan rasa bangga bahwa ada dua warga Aceh yang duduk di Kabinet Indonesia Maju.

"Tradisi kita, kepada para menteri dan wakil rakyat kita peusijuek," kata Surya Darma. Disampaikan juga perkembangan organisasi TIM dan misinya sebagai organisasi paguyuban masyarakat Aceh di Ibukota. 

"Selain cabang dan ranting, kita juga punya organisasi lokal dari daerah-daerah yang ada di Aceh," sambung Surya Darma.

Tokoh Aceh Adnan Ganto dalam pertemuan itu menyampaikan prihal masih tingginya angka kemiskinan di Aceh dan mengharapkan  Menteri Agama ikut serta menekan angka kemiskinan dengan program-program di Kementerian.

"Kita minta Pak Menteri mendorong Aceh menekan angka kemiskinan, melalui program-program yang ada," sambung Adnan Ganto.

Menteri Agama Fachrul Razi yang mengenakan kemeja batik dan topi, menyadari bahwa persoalan Aceh mejadi tanggungjawab bersama seluruh pihak. "Kita kerjakan apa bisa lakukan untuk Aceh melalui cara kita," katanya.

Ia menyebut pertemuan itu sebagai dialog santai. Menteri Fachrul Razi  banyak bercerita tentang perkembangan terkini di Timur Tengah, seperti Arab Saudi dan Uni Emirat Arab dan negara-negara lain yang dilukiskan begitu berambisi sebagai negara paling terbuka di dunia.

Menteri Fachrul Razi dalam pertemuan itu juga sempat menyinggung laporan penelitian tentang rendahnya  kerukunan beragama di Aceh bersama-sama dengan Sumatera Barat. Ia juga menanyakan tentang hukum cambuk, yang banyak dipersoalkan oleh pihak luar negeri.

Terkait hal itu, Adnan Ganto menyarankan Menteri Agama agar berbicara dengan DPRA dan Pemerintah Aceh. Menteri menyatakan setuju mengundang DPRA dan Gubernur Aceh.

Tokoh Aceh, Azwar Abubakar menyatakan, sebetulnya kerukunan umat beragama di Aceh yang sangat tinggi dan tidak ada persoalan antarpemeluk agama.

"Di Aceh ada gereja, vihara, sangat rukun. Kalau pun ada gesekan, seperti dulu di Singkil, karena ada pemicu. Ada sebab akibat," ujar Azwar Abubakar, mantan Plt Gubernur Aceh dan Mantan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan  Reformasi Birokrasi ini.

Pertemuan diakhiri dengan foto bersama di teras depan Kementerian Agama.(*)

25 Tokoh Aceh di Jakarta Bertemu Menteri Agama Fachrul Razi

Panen Raya, Ikan Hasil Tangkapan Nelayan Gampong Baroh Blangmee, Lhoong, Aceh Besar Capai 5 Ton

Donald Trump Akui Serang Yaman dan Tewaskan Pemimpin Al-Qaeda Qasim Al-Rimi

Penggerebekan PSK oleh Andre Rosiade Tuai Polemik, Pihak Hotel Siap Buka Tabir Kejadian Sebenarnya

Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Bebaskan Mantan Wali Kota Sabang, Soal Kasus Lahan Rumah Dinas Guru

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved