Haba Senator

Abdullah Puteh Ingatkan Datok Penghulu Empat Pilar Kebangsaan

Empat pilar kebangsaan yang terdiri atas Pancasila, UUD, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika ini harusnya diterapkan di kehidupan masyarakat.

Abdullah Puteh Ingatkan Datok Penghulu Empat Pilar Kebangsaan
Serambinews.com
Abdullah Puteh saat berdialog dengan datok penghulu di Kecamatan Mantakpayed, Aceh Tamiang, Sabtu (8/2/2020). 

Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG – Anggota DPD RI Abdullah Puteh mengingatkan datok penghulu (kepala desa) di Kabupaten Aceh Tamiang tentang empat pilar kebangsaan.

Konsep ini mulai dilupakan, padahal bisa memiliki misi mulia untuk meningkatkan perekonomian rakyat.

Puteh mengatakan empat pilar kebangsaan yang terdiri atas Pancasila, UUD, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika ini harus diterapkan lagi di kehidupan masyarakat.

Datok penghulu sebagai elemen yang paling menyentuh masyarakat diharapkan bisa menyosialisasikan kembali tentang keberadaan empat pilar ini.

“Pilar itu merupakan dasar. Inilah dasar yang membuat negara kita kuat. Tapi belakangan sudah mulai dilupakan,” kata Puteh saat menyosialisasikannya di Kecamatan Manyakpayed, Aceh Tamiang, Sabtu (8/2/2020).

Konsep empat pilar kebangsaan ini dijelaskannya tidak hanya berguna tentang meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa, tapi juga mampu meningkatkan perekonomian rakyat.

Dia mencontohkan penggunaan dana desa yang berdasarkan Pancasila akan menghasilkan pemberdayaan ekonomi yang langsung dirasakan masyarakat.

Dia menyarankan agar datok penghulu mampu mengalokasikan 30 persen dana desa untuk sebuah kegiatan produktif.

Misalnya kata dia, Rp 300 juta dari total anggaran dana desa dibelanjakan bibit perkebunan yang kemudian dibagikan kepada masyarakat.

“Belikan bibit mangga,  jeruk atau lainnya biar dikelola oleh masyarakat. Atau tingkatkan produktivitas kerajinan tangan, karena anyaman tikar ukuran dua meter di Malaysia itu Rp 1 juta. Di sini cuma Rp 200 ribu,” sambungnya.

Makna persatuan dan kesatuan yang dianut keempat pilar itu juga bisa digunakan untuk bekerjasama antar-kampung.

“Semangat gotong royong harus dikembalikan. Misalnya satu kemukiman ada sepuluh kampung, berarti ada Rp 3 miliar dana terhimpun, belikan hand tractor, jadi bisa meningkatkan produktivitas padi,” ujarnya.(*)

Mahasiswa Aceh Singkil Tampil di Festival Melayu Day Thailand

Pengobatan Ningsih Tinampi Diawasi Ketat, Mengaku Bisa Lihat Malaikat dan Datangkan Nabi

Dokter Li Wenliang Tewas, Pernah Temukan dan Sebut Bahaya Virus Corona Akhir Desember Lalu

Warga Singapura Panik, Serbu Supermaket Setelah Status Darurat Virus Corona Naik

Penulis: Rahmad Wiguna
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved