Rumah Dosen Unsyiah Diobrak-abrik Maling, Emas 97 Mayam Plus Cincin Berlian Hilang

Rumah dosen Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala, M Adli Abdullah Bawarith di Gampong Limpok, Kecamatan Darussalam Aceh Besar diobrak-abrik maling

Rumah Dosen Unsyiah Diobrak-abrik Maling, Emas 97 Mayam Plus Cincin Berlian Hilang
IST
Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala, M Adli Abdullah Bawarith 

Laporan Misran Asri | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Rumah dosen Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala, M Adli Abdullah Bawarith (53) diobrak-abrik maling, Senin(10/2/2020) dini hari.

Maling menggasak isi kamar rumah mantan Sekjen Panglima Laot Aceh itu di Gampong Limpok, Kecamatan Darussalam Aceh Besar.

Hingga kini diketahui identitasnya maling yang yang menggondol emas dan berlian di rumah itu.

Tidak tanggung-tanggung dalam aksi pencurian tersebut, pelaku pencurian itu sukses membawa kabur 97 mayam milik keluarga dosen Unsyiah tersebut.

Selain juga hilang tiga cincin berlian 

Ribuan Massa #SaveBabi Padati DPRD Sumut, Berikut Poin Tuntutannya

Informasi yang diperoleh Serambinews.com, peristiwa pencurian tersebut baru diketahui oleh korban M Adli Abdullah dan istrinya, sekitar pukul 02.00 WIB, dini hari.

Prajurit Afghanistan Bunuh Dua Tentara Amerika Serikat, Serang Dengan Senapan Mesin

Pada saat itu, keduanya baru saja pulang dari Takengon.

Ketika keduanya tiba dan masuk ke dalam rumah, kondisi kamar sudah dalam keadaan kacau balau, dalam kondisi diobrak-abrik.

M Adli Abdullah yang ditanyai Serambinews.com, Senin (10/2/2020) membenarkan kejadian rumahnya disantroni maling.

Menurutnya, saat pencurian itu terjadi, rumahnya dalam kondisi kosong.

Untuk Lepaskan Ban di Leher Buaya, Dua Ahli Satwa Didatangkan dari Australia

“Kami tahu ada pencurian di rumah kami saat melihat kondisi di dalam rumah dan kamar sudah berserakan.

Lalu pintu belakang dalam kondisi rusak dicongkel oleh maling,” sebutnya.

Ia menduga maling tersebut sudah mengincar dan menargetkan rumahnya yang ditinggalkan dalam kondisi kosong.

Dosen Unsyiah ini pun menerangkan kerugian akibat pencurian itu mencapai Rp 300 juta lebih.(*)

Ini Empat Tuntutan Massa yang Demo Kantor Gubernur Aceh

Penulis: Misran Asri
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved