Breaking News:

Plt Gubernur Kunjungi Perusahaan Galangan Kapal, Kapal Aceh Hebat 1 Akan Jadi Kado Akhir Tahun 2020

Tiga kapal ro-ro (roll on - roll off) pesanan Pemerintah Aceh saat ini sedang dalam proses pembuatan di perusahaan galangan kapal....

Editor: bakri
FOTO HUMAS PEMERINTAH ACEH
Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah didampingi Sekda Aceh, Taqwallah, dan Kadishub Aceh, Junaidi Ali, meninjau galangan pembuatan kapal Aceh, di Sei Raya, Meral, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, Selasa, (11/2/2020). 

 Tiga kapal ro-ro (roll on - roll off) pesanan Pemerintah Aceh saat ini sedang dalam proses pembuatan di perusahaan galangan kapal. Jika tak ada halangan, satu dari tiga kapal itu akan selesai pada November 2020, dan sekaligus akan menjadi kado akhir tahun bagi masyarakat Aceh.

 PROGRES  kemajuan pembangunan kapal ini diketahui setelah Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, melakukan kunjungan ke perusahaan galangan kapal, PT Multi Ocean Shipyard (MOS), di Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau, Selasa (11/2/2020). Di sini lah dibuat Kapal Aceh Hebat 1.

Plt Gubernur datang karena ingin meninjau sejauh mana sudah progres pembuatan kapal tersebut, dan dari penjelasan pihak perusahaan, Nova optimis Kapal Aceh Hebat 1 akan selesai tepat waktu. Ada sekitar 280 tenaga kerja terlibat untuk pembuatan kapal tersebut.

“Setelah mendengar penjelasan dan melihat langsung perkembangan pengerjaan kapal, saya optimis Aceh Hebat 1 akan selesai tepat waktu, bahkan lebih cepat,” katanya.

3 Tahun Jejak Aceh Hebat
3 Tahun Jejak Aceh Hebat (IST)

Ia mengucapkan terima kasih kepada PT Multi Ocean Shipyard karena progres realisasi ternyata lebih cepat dari yang direncanakan. Progres rencana pembangunan Kapal Aceh Hebat I itu 39 persen. Saat ini realisasi sudah 45 persen. “Kita optimis pengakhiran pengerjaan ini tidak akan melampaui target, yaitu di bulan Desember 2020 ini,” tambah Nova.

Nova optimis, Kapal Aceh Hebat I yang berbobot mati 1.300 GT ini akan selesai di akhir November 2020. Setelah melalui serangkaian tes, kapal selanjutnya akan dikirim ke Aceh. “Ini akan menjadi kado akhir tahun bagi masyarakat yang selama ini menggunakan jasa pelayaran dari Labuhan Haji-Simeulue dan Kuala Bubon-Simeulue,” ujar Plt Gubernur Aceh ini.

Pengakuan pihak PT MOS kepada Plt Gubernur, sejauh ini belum ada kendala berarti terkait pembangunan kapal. Meski demikian, Nova berpesan kepada pihak perusahaan dan manager di lapangan untuk mengantisipasi hal-hal tak terduga yang mungkin menjadi penghambat pengerjaan. Termasuk mengabarkan setiap muncul kendala pembangunan.

“Dengan demikian, Pemerintah Aceh akan mengabarkan kepada khalayak sehingga masyarakat Aceh paham dan memakluminya. Tapi sejauh ini, semua berjalan lancar dengan progres pembangunan yang cukup menggembirakan,” tutur Plt Gubernur.

Dalam kunjungan ke PT MOS, Plt Gubernur turut didampingi Sekretaris Daerah Aceh, Taqwallah, Inspektur Aceh Zulkifli, Kepala Dinas Perhubungan Aceh Junaidi, dan Kepala Biro Humas dan Protokol, Muhammad Iswanto.

Pesan 3 kapal

Sebagaimana diketahui, akhir Oktober 2019 lalu, Pemerintah Aceh telah memesan 3 unit kapal ro-ro untuk melayani rute pelayaran di tiga pulau di Aceh, yaitu Singkil-Pulau Banyak, Balohan Sabang-Pelabuhan Ulee Lheue, dan Lintasan Barat ke Pulau Simeulue.

Tiga kapal yang dipesan Pemerintah Aceh, masing-masing berkapasitas 1.300 GT, kapal yang diberi nama Aceh Hebat 1 ini dikerjakan oleh PT MOS. Kapal ini akan melayani rute Labuhan Haji-Simeulue atau Kuala Bubon-Simeulue dan sebaliknya.

Sedangkan Aceh Hebat 2 yang memiliki bobot 1.100 GT, dikerjaakan oleh PT Adiluhung Saranasegara di Bangkalan dan akan melayani pelayaran dari Singkil ke Pulau Banyak. Terakhir, Aceh Hebat 3 yang berbobot 600 GT dikerjakan oleh PT Citra Bahari Shipyard di Tegal, melayani rute Ulhee Lheue-Balohan.

Saat menghadiri keel lying atau peletakan lunas tanda dimulainya pembangunan ketiga kapal Aceh Hebat ini di Bangkalan Madura, Plt Gubernur menjelaskan, penabalan Aceh Hebat pada ketiga kapal ini sesuai dengan manifestasi dari visi misi pemerintahan Aceh. Nova meyakini, penabalan nama Aceh Hebat dapat memacu semangat Pemerintah Aceh untuk benar-benar mewujudkan visi misi Aceh Hebat.

KMP Aceh Hebat merupakan hasil dari program pengadaan kapal ferry roro di bawah Dinas Perhubungan Aceh dengan anggaran Rp 178 milliar. Kapal itu diplot untuk peningkatan konektivitas antarpulau di Aceh. Pengadaan tiga kapal ini merupakan bagian dari program khusus untuk peningkatan konektivitas antar kepulauan melalui program tol laut, sesuai dengan program Presiden Joko Widodo dalam mengoptimalkan sektor kemaritiman Indonesia. "Program ini sangat penting bagi Aceh, sebab daerah kami termasuk wilayah yang memiliki kawasan laut yang cukup luas," kata Nova saat itu.(yos)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved