Breaking News:

Viral Medsos

Gendong Bayi di Jalan Berlumpur, Perjuangan Guru Menuju Sekolah Daerah Terpencil di Aceh Timur

Guru itu berjalan kaki sambil menggendong bayinya, karena ia turun dari sepeda motor (sepmor) yang dikendarai suaminya. Ia terpaksa turun dari sepmor

Foto: Tangkap layar Facebook
Perjalanan guru SMP 4 Pante Bidari, menuju sekolah tempat mereka mengajar, di Gampong Sijudo, Kecamatan Pante Bidari, Aceh Timur. 

SMP 4 Pante Bidari, jelas Islahuddin, merupakan sekolah paling ujung di bagian barat Aceh Timur, yang berbatasan dengan Samar Kilang, Bener Meriah, dan Tanah Merah, Aceh Utara.

Saat ini sekolah itu memiliki 52 pelajar dari Gampong Sijudo, dan Sarah Gala.

Serta memiliki 11 guru PNS, dan sejumlah guru kontrak, dan memiliki 5 ruang kelas belajar, ruang laboratorium, dan perpustakaan.

Karena tempat tinggal guru dengan sekolah berjauhan,  jika sudah naik ke sekolah maka para guru nginap di sekolah.

Salah satu ruang laboratorium di sekolah itu disekat dan dijadikan kamar untuk para guru.

“Kalau sudah naik guru kami nginap 3-5 hari di sekolah. Sepulang jam sekolah, para guru juga membuat kegiatan ektrakurikuler,” jelas guru SMP4 asal Simpang Ulim ini.

Para guru memiliki semangat tinggi mengajar anak-anak di pedalaman itu.

Alasannya, karena para pelajar SMP di daerah pedalaman itu sangat antusias mengikuti proses belajar mengajar.

Mayoritas anak-anak dari suku Gayo, yang umumnya para orang tua siswa di daerah ini berprofesi sebagai petani.

Garuda Semprot Cairan Khusus, Antisipasi Penyebaran Virus Corona di Kabin Pesawat

“Bahkan guru tidak mau dipindahkan, karena sudah melekat dengan anak-anak. Anak-anak di daerah pedalaman itu sangat taat dan patuh serta memiliki minat belajar yang tinggi. Sehingga para guru sangat kagum," ungkap Islahuddin, yang sudah lima tahun menjabat Kepsek SMP4.

Halaman
1234
Penulis: Seni Hendri
Editor: Nurul Hayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved