Dililit Ular

Polsek Penanggalan Subulussalam Ragu Istri Bacok Suami karena Mimpi Lihat Ular, Begini Versi Polisi

Kasus istri bacok suami yang sedang tidur hingga berkali-kali ini terjadi di Desa Kuta Tengah, Kecamatan Penanggalan, Subulussalam, beberapa hari lalu

Penulis: Khalidin | Editor: Mursal Ismail
SERAMBINEWS.COM/ KHALIDIN
Kapolres Subulussalam, AKBP Qori Wicaksono SIK. 

Saman juga telah memaparkan ke polisi yang datang menyangkut kondisi sang istri  saat ini.

”Waktu ada petugas kepolisian datang, juga sudah saya jelaskan, saya bilang istri saya sakit, dan apa yang terjadi ini juga bukan disengaja,” kata Saman

Lebih jauh Saman menjelaskan, dia sempat berencana keluar dari RSUD menjemput sang istri di Polsek Penanggalan.

Dia tidak rela jika sang istri diperkarakan karena kasus pembacokan tersebut.

Malah Saman mengaku rela menggantikan istrinya untuk dihukum di Polsek Penanggalan.

Sebab, jika istrinya dihukum akan memperparah penyakit yang diderita saat ini.

Sekarang saja, kata Saman kondisi sang istri memprihatinkan karena badannya masih didera penyakit.

Saman mengaku jika dia yang dihukum tidak masalah karena lukanya juga akan segera sembuh

Karenanya, Saman berkali-kali menyampaikan keyakinannya jika kasus pembacokan yang dialaminya merupakan naas  tanpa ada unsur kesengajaan.

Sebab mereka selama ini hidup dalam rumah tangga harmonis.

Dia dan istri tidak pernah ada percekcokan.

“Jadi harapan saya mohon polisi tidak mempersoalkan masalah ini, istri saya tidak bersalah.

Ini murni mimpi bukan kesengajaan.

Jangan hukum istri saya karena dia juga sedang sakit, saya tidak mempermasalahkannya, saya anggap ini naas,” pungkas Saman. 

Saman Sihotang (54) mengaku yakin istrinya bermimpi lihat ular, sehingga membacoknya berkali-kali dengan maksud membacok ular.

Seperti diberitakan sebelumnya lagi, Saman Sihotang, dibacok istrinya saat mereka tidur bersama pada malam hari beberapa hari yang lalu. 

Saman menyampaikan hal ini saat berbincang-bincang dengan wartawan, Jumat (14/2/2020) di ruang rawat Gedung Batu-Batu RSUD Subulussalam.

Keyakinan Saman istrinya terbawa mimpi hingga melukai dirinya sangat beralasan.

Pertama, kata Saman, dia menikah dengan istri antara 8-12 Februari 1996 silam.

Nah, dalam kurun 24 tahun mengarungi mahligai rumah tangga, tidak pernah bertengkar dengan sang istri hingga main pukul.

”Sejak menikah entah tanggal 8 atau 12 Februari 1996 lalu, kalau katanya bertengkar, saya tokok sikit aja pun tidak pernah,” kata Saman

Selain itu, lanjut Saman sang istri sejak 2017 lalu terpaksa dirujuk ke RSUZA Banda Aceh menjalani pengobatan akibat menderita penyempitan pembuluh darah alias strok.

Bahkan, kata Saman mereka pindah dari tempat tinggal awal di Desa Penuntungan (SKPC) ke Kuta Tengah Penanggalan juga atas saran orang-orang kampung demi kesembuhan sang istri.

Setelah pindah,  istri Saman mulai bisa berjalan walaupun belum pulih total.

Lantaran itu pula, Saman sangat yakin dengan alasan sang istri jika pembacokan itu dilakukannya karena mimpi melihat ular.

Saman sendiri tidak yakin jika sang istri sengaja membacoknya di alam sadar.

Sebab menurut Saman, jika melihat fisik istrinya saat ini, jangankan berantam didorong sedikit saja sebenarnya sudah terjatuh.

”Kalau kita lihatnya badannya, kalau kondisi seperti ini didorong saja udah jatuh, makanya saya yakin dia mimpi,” pungkas Saman. 

Sebagaimana berita sebelumnya lagi, Saman Sihotang yang dibacok berkali-kali oleh istrinya, kini kondisinya berangsur pulih.

“Suah agak mendingan,” kata Saman di ruang rawat Gedung Batu-Batu Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Subulussalam.

Ketika ditanyai wartawan, Saman menceritakan dengan jelas kronogis peristiwa pembacokan yang dialami.

Dikatakan, siang sebelum insiden pembacokan menimpanya, dia membeli parang ke Terminal Terpadu Subulussalam.

Parang itu masih berbalut koran dan disimpan di ruang tengah rumahnya.

Malamnya, seperti biasa, Saman bersama istri Atik Rusdiana Berutu (45) dan dua anaknya tidur di ruang tengah dekat televisi.

Parang tersebut memang tidak jauh dari tempat mereka tidur.

Saman menambahkan jika sudah tidak menonton kata, mereka memadamkan lampu di ruang tengah.

Nah, beberapa saat setelah tidur sekitar pukul 23.30 WIB, terjadilah insiden pembacokan.

Kondisinya sudah kalut, ayunan parang membabi buta diayunkan ke tubuh Saman.

Dalam keadaan yang kalut tersebut, Saman teringat dengan anak perempuannya yang masih kecil seraya menyelamatkannya.

”Istri saya bilang nipe-nipe, nipe-nipe (ular-ular, ular-ular) teriaknya,” tutur Saman seraya menyampaikan darah di badan dan kepala terus mengucur.

Pascakejadian, kata Saman sang istri keluar dari pintu belakang, sedangkan Saman dari pintu depan.

Di depan rumah, dia meminta pertolongan kepada warga.

Saman pun ditolong dan diantar adik iparnya ke rumah sakit.

Namun, hingga dirawat di rumah sakit Saman sama sekali tidak pingsan alias tetap dalam kondisi sadar.

Ada sejumlah luka yang  tubuh Saman antara lain tiga di bagian kepala, satu di wajah, lalu beberapa lainnya di punggung.

Saman mengaku jika dia dibacok akibat sang istri bermimpi melihat ular melilit tubuhnya.

Bahkan, lanjut Saman, saat dia sudah dirawat di RSUD sang istri tidak tau atas kejadian ini.

Dia, kata Saman menanyakan kepada anaknya kemana ayah mereka.

”Istri saya tidak tau ada kejadian, dia tanya ayah kalian kemana katanya sama anak saya,” papar Saman. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved