Kemenko PMK Terbitkan Buku Kajian Objek Pemajuan Kebudayaan dan Pengelolaan Warisan Budaya Gayo-Alas

Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) terbitkan buku berisi “Kajian Objek Pemajuan Kebudayaan dalam Pelestarian..

Kemenko PMK Terbitkan Buku Kajian Objek Pemajuan Kebudayaan dan Pengelolaan Warisan Budaya Gayo-Alas
For Serambinews.com
Asdep Warbud Kemenko PMK, Pamuji Lestari, dan Yusradi Usman Al Gayoni, konsultan budaya Gayo Alas di Kemenko PMK, Jumat (14/2/2020). 

Kemenko PMK Terbitkan Buku Kajian Objek Pemajuan Kebudayaan dan Pengelolaan Warisan Budaya Gayo-Alas

 

Laporan Fikar W Eda | Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) terbitkan buku berisi  “Kajian Objek Pemajuan Kebudayaan dalam Pelestarian dan Pengelolaan Warisan Budaya di Dataran Tinggi Gayo-Alas.” 

Kajian Gayo-Alas itu dilaksanakan sejak tanggal 4 September-4 Oktober 2019 di Kabupaten Gayo Lues dan Kabupaten Aceh Tenggara. 

Asisten Deputi Warisan Budaya Deputi Bidang Koordinasi Kebudayaan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Asdep Warbud Kemenko PMK),  Pamuji Lestari, menjelaskan, pemilihan kedua kabupaten tersebut, Gayo Lues dan Aceh Tenggara, mewakili dua kabupaten lainnya di Gayo-Alas, Provinsi  Aceh, yaitu Kabupaten Aceh Tengah dan Kabupaten Bener Meriah, mengingat adanya warisan dunia di kedua kawasan tersebut. 

"Kabupaten Gayo Lues terkenal dengan warisan budaya dunia takbenda, Saman. Sementara itu, Kabupaten Aceh Tenggara terkenal dengan warisan alam yang juga sudah mendunia, yaitu Taman Nasional Gunung Leuser," kata Pamuji Lestari di Jakaeta, Jumat (14/2/2020).

Tahun Ini Jerih Keuchik di Bireuen Rp 2,4 juta, Ini Besaran Kenaikannya

Ke Makam Cut Meutia, Wamen PUPR Bersama HRD dan Bupati Aceh Utara Naik Trail

Disebutkan, laporan kajian ini berisi tentang permasalahan-permasalahan kebudayaan di kedua kabupaten tersebut. Juga, menginventarisasi Objek Pemajuan Kebudayaan di 

Kabupaten Gayo Lues dan Kabupaten Aceh Tenggara. Selanjutnya, mendeskripsikan dan menganalisis Permasalahan Pelestarian dan Pengelolaan Objek Pemajuan Kebudayaan. Terakhir, berisi simpulan dan rekomendasi serta Rencana Aksi (Pusat dan Daerah) Pelestarian dan Pengelolaan Objek Pemajuan Kebudayaan di Dataran Tinggi Gayo-Alas.

"Dari hasil kajian ini, diharapkan ada aksi nyata Pelestarian dan Pengelolaan Objek Pemajuan Kebudayaan di Dataran Tinggi Gayo-Alas baik dari Pemerintah Pusat, 

Pemerintah Aceh maupun pemerintah kabupaten (Gayo Lues dan Aceh Tenggara)," ujarnya.

Kementerian PMK menggandeng konsultan budaya Gayo - Alas,  Yusradi Usman Al Gayoni untuk keperluan penulisan buku tersebut. Yusradi, telah melahirkan banyak buku  tetang Gayo Alas dan salah seorang yang aktif mendorong kemajuan dan pengembangan kebudayaan Gayo Alas.

"Buku ini melengkapi buku-buku tentang Gayo Alas yang masih sangat minim. Kita memerlukan lebih banyak kajian lagi dalam berbagai aspek di Dataran Tinggi Gayo Alas," ujar Yusradi Usman Al Gayoni, yang bersama penyair Gayo, Fikar W.Eda menjadi tim Percepatan Pembangunan Kawasan Gayo Alas Kemenko PMK.

Yusradi mengatakan, buku kajian budaya Gayo Alas ini dijadwalkan akan dibedah dan didiskusikan dalam satu forum di Jakarta.(*)

Kemenag Aceh Utus 2.204 Penyuluh Agama Islam Non-PNS ke Seluruh Kabupaten/Kota

Cegah Penyebaran Virus Corona, Kim Jong Un Perintahkan Eksekusi Orang yang Terinfeksi

Ganja Hendak Dipasok Ibu Muda ke Suaminya di Lapas Kelas IIB Lhoksukon Ternyata dari Ladang Ini

Penulis: Fikar W Eda
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved