Wisata

Tak Hanya Tamsar 27, Tahun Ini Seluruh Fasilitas ke Objek Wisata Aceh Tamiang Dibenahi

Di hadapan masyarakat yang umumnya kaum milenial, Mursil menegaskan pembenahan tidak hanya dilakukan di Tamsar 27, sebuah objek wisata yang tergolong

Tak Hanya Tamsar 27, Tahun Ini Seluruh Fasilitas ke Objek Wisata Aceh Tamiang Dibenahi
SERAMBINEWS/RAHMAD WIGUNA
Bupati Aceh Tamiang Mursil (kanan) dalam sebuah pertemuan dengan seratusan datok penghulu. Dia menginstruksikan seluruh elemen pemerintah berkomitmen membangun fasilitas pariwisata di masing-masing daerah. 

Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Pemkab Aceh Tamiang berkomitmen membenahi seluruh fasilitas umum objek wisata agar bisa memikat wisatawan dari berbagai daerah.

Ke depan, pariwisata akan menjadi salah satu andalan Aceh Tamiang dalam meraup pendapatan asli daerah.

Beberapa kebijakan untuk mendongkrak pariwisata ini dibeberkan Bupati Aceh Tamiang Mursil, Sabtu (15/2/2020).

Di hadapan masyarakat yang umumnya kaum milenial, Mursil menegaskan pembenahan tidak hanya dilakukan di Tamsar 27, sebuah objek wisata yang tergolong baru ditemukan.

“Tamsar 27 tentu diperhatikan, saat ini pembukaan jalan pun terus dilakukan. Tapi tidak hanya Tamsar 27, semua yang kita anggap potensial akan dibenahi,” kata Mursil.

Salah satu yang turut mendapat perhatian serius ialah kawasan Pusungkapal, Kecamatan Seruway.

Kawasan pesisir ini sebelumnya sudah ditetapkan sebagai pusat habitat tuntong laut dan hutan mangrove.

Diguyur Hujan Saat Panen Padi, Begini Kekhawatiran Petani di Gayo Lues

Dampak Corona, Perawat Ini Batalkan Pesta Pernikahan, Alasannya Bikin Banyak Orang Berterima Kasih

Pelayanan Kesehatan di Simeulue Dipastikan Normal, Meski Ratusan Petugas Medis Ikut Tes CPNS

Untuk memaksimalkan potensi keindahan alam di daerah itu, Pemkab Aceh Tamiang bersama Pertamina EP Rantau Field dan Kodim 0117/Atam berkomitmen membangun jungle track sepanjang 2,5 kilometer.

“Ini akan menjadi jembatan hutan terpanjang, sepeda motor juga akan bisa melinatas. Kita mulai tahun ini pengerjaannya,” jelasnya.

Sementara Pulau Rukui di Bandamulia juga tak luput dari perhatian. Kawasan yang terkenal dengan keindahan pantainya ini sudah diproyeksikan dibangun jembatan ikonik.

Jembatan kayu itu dikonsep dibuat melengkung sehingga tidak hanya berfungsi sebagai akses menyeberang, tapi juga untuk berfoto.

“Jadi ada satu titik yang sulit dilalui kalau air pasang. Kita putuskan buat jembatan, tapi jangan jembatan biasa, harus ikonik,” kata Murisl menjelaskan konsep jembatan melengkung itu.(*)

Penulis: Rahmad Wiguna
Editor: Ansari Hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved