Kamis, 9 April 2026

Berita Bener Meriah

Ditabrak Kuda Pacu Hingga Koma 16 Hari, Edwin Akhirnya Meninggal Dunia, Begini Kronologinya

Sejak Sekolah Dasar (SD) Alm Edwin (29) warga Kampung Bener Kelipah, Kabupaten Bener Meriah sudah gemar melatih kuda pacu. Almarhum, memiliki dua...

Penulis: Budi Fatria | Editor: Jalimin
For Serambinews.com
Almarhum Edwin (29), warga Kampung Bener Kelipah, Kabupaten Bener Meriah bersama kudanya. 

Ditabrak Kuda Pacu Hingga Koma 16 Hari, Edwin Akhirnya Meninggal Dunia, Begini Kronologinya

Laporan Budi Fatria | Bener Meriah

SERAMBINEWS.COM, REDELONG - Sejak Sekolah Dasar (SD) Alm Edwin (29) warga Kampung Bener Kelipah, Kabupaten Bener Meriah sudah gemar melatih kuda pacu. Almarhum, memiliki dua ekor kuda pacu yang ia latih dan rawat sendiri.

Setiap event pacuan kuda tradisional Gayo di Bener Meriah maupun di Aceh Tengah, Alm Edwin tidak pernah absen untuk mengikuti kegiatan pesta rakyat tersebut.

Seperti event pacuan kuda tradisional pada pelaksanaan GaMifest 2020 yang berlangsung sejak 27-2 Febuari 2020 di Kabupaten Bener Meriah.

Namun, naas bagi Alm Edwin pada tanggal 1 Febuari 2020 yang sedang berlangsung Semifinal pacuan kuda dalam rangka pembukaan GaMifest, tiba-tiba seokor kuda pacu menabraknya dari arah belakang kemudian ia terjatuh hingga tersungkur ke tanah dan tidak sadarkan diri.

Hingga kemudian ia dirawat selama 16 hari di RSUD Datu Beru Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, dan pada Minggu (16/2/2020) sekira pukul 21.25 Wib, Edwin menghebuskan nafas terakhir.

Kemudian, korban dikebumikan di kampung halamanya di Bener Kelipah Selatan, Senin (17/2/2020) sekira pukul 10.00 Wib tadi pagi.

Besok, Ribuan Pelajar Ikut Karnaval Budaya di Kota Takengon

Siswa Terima E-KTP Sebagai Kado HUT Kota Takengon

Buka Rakerda BKPRMI Banda Aceh, Ini Harapan Wakil Wali Kota Banda Aceh

Alm Edwin meninggalkan seorang istri bernama Agus Darma Astuti dan seorang anak laki-laki bernama Alfin Fahreza (3 tahun 6 bulan).

Menurut Fahriandi (38) abang kandung dari Alm Edwin, kepada Serambinews.com, Senin (17/2/2020) menceritakan kronologi kejadian,  saat itu, kuda almarhum Edwin posisinya sudah masuk ke garis finish, kemudian langsung memengang kudanya untuk dibawa ke kandang, namun almarhum kembali lagi karena ada sesuatu yang tertinggal, saat itulah tiba-tiba ada sekor kuda yang tanpa joki berbalik arah dan menabrak korban.

“Kuda pacu itu menabrak adik kami dari arah belakang sehingga korban terjatuh terseungkur ke tanah. Pada saat itu juga langsung di evakuasi menggunakan mobil ambulans ke RSUD Munyang Kute, Kabupaten Bener Meriah,” ungkap Fahriandi.

Menurut Fahriandi, kebiasaan dari almarhum Edwin ketika kudanya sudah menang korban langsung balik ke kandang dan tidak mau menonton aksi kuda lain. “Mungkin ini sudah kehendak yang di atas dan kita sudah ikhlas,” sebut Fahriandi yang bernada sedih melalui sambungan telepon.

Lanjut Fahriandi, setelah ditangani oleh tim medis selama dua jam, almarhum Edwin akhirnya dirujuk ke RSU Datu Beru Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, dan dirawat di ruangan ICU. “Korban dari kejadian hingga menghembuskan nafas terakhir dalam keadaan koma tidak sadarkan diri,” pukasnya.

Pelaksanaan Ujian Dinas PNS Diusulkan di Aceh Singkil

Distribusi Air PDAM Tirta Singkil Terhenti Hampir Sepekan, Warga Kelabakan

Pengakuan abangnya, Edwin sudah berkecimpung di dunia pacuan kudan sejak masih duduk di bangku SD kelas 5. “Dia sangat hobi mengurus sekaligus melatih kuda,” ungkap abangnya.

Dengan kejadian ini, Fahriandi berharap, ke depanya tidak ada lagi korban lainya meninggal dunia karena ditabrak kuda pacu.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved