Viral Medsos
Heboh 'Doktor Psikologi' Diduga Lakukan Pelecehan Seksual, Ini Tips Pilih Psikolog
Sebelum memenuhi tawaran DS, Revina sempat menelusuri nama DS dalam daftar tenaga medis di SIK HIMPSI. Namun, rupanya nama DS tak terdaftar di sana.
Menurut Adib, masyarakat juga perlu memilih psikolog yang tidak terlalu sosmed oriented.
Dikhawatirkan, psikolog tersebut memiliki maksud-maksud tertentu sehingga ia menyebarkan apa yang diceritakan oleh kliennya.
Adib menegaskan, psikolog tentu mengerti bahwa apa yang disampaikan oleh klien bersifat sangat rahasia.
"Jadi kalau ada psikolog yang suka mengumbar-ngumbar sesuatu di media sosial, mending jangan ke situ.
Kenapa? Karena dikhawatirkan rahasia klien tidak dijaga dengan baik, padahal itu sesuatu yang sifatnya harus dirahasiakan sampai kapan pun," terang Adib.
• Imigrasi Langsa Deportasi Pelaku Illegal Fishing Asal Thailand, Dulu Ditangkap di Perairan Aceh
4. Jangan Terima yang Gratisan
Adib juga menyarankan masyarakat untuk tidak tergiur tawaran terapi gratis.
"Jangan sampai ada yang gratis-gratisan, kita kan nggak pernah tahu apa maksud orang," kata dia.
Surat-Surat yang Dimiliki Psikolog Klinis
Adib menambahkan, untuk menghindari praktek psikolog abal-abal, perlu diketahui bahwa terdapat sejumlah surat yang harus dimiliki psikolog klinis.
Surat tersebut di antaranya:
• Mantan Ketua Tatib DPRA: Langkah Pemerintah Aceh Kembalikan Draf Tatib Adalah Eror Yuridis
1. Ijazah S1 Psikologi dan S2 Psikologi
Baca: Live Streaming Mola TV Chelsea vs Manchester United Liga Inggris, Akses Gratis di Sini
2. Surat Izin Praktek Psikologi (SIPP)
3. Surat Sebutan Psikolog
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ilustrasi-psikolog.jpg)