HEBOH Gambar Palu Arit di Purbalingga, Warga Tidak Terima Dicap antek PKI
Simbol palu arit tersebut tergambar jelas serta rapi di permukaan jalan Kilometer 700 dan 1150.
"Semua datang ke sini (desa Karangpule) langsung menindaklanjuti," tukasnya.
• Dituding tidak Tegas dan tak Berikan Sanksi Kadis PUPR Bolos, Ini Jawaban Bupati Aceh Jaya
• Cinta Sejati BCL, Cuma Ajal yang Memisahkan Mereka, Rest In Peace Ashraf Sinclair
• Pejambret yang Ditangkap Wanita Muda Pidie kini Mendekam di Sel, Polisi Bidik dengan Pasal Ini
Tidak Terima
Kepala Desa Karangpule Sukarso menuturkan simbol palu dan arit telah dihapus.
Namun dirinya tidak mengetahui gambar tersebut dihapus menggunakan apa.
"Sudah hitam sekarang. Gambarnya sudah dihapus. Tapi saya tidak tahu," imbuhnya.
Menurut informasi yang diterimanya, Intel Polres telah melacak hal tersebut ke Dinas Pekerjaan Umum (DPU).
Namun pihak DPU tidak mengakui.
"Karena ini pengaspalan biasanya diborongkan atau diserahkan pihak ketiga. Masalahnya petugas bilang dari DPU," tutur dia.
Ia tidak rela adanya kejadian tersebut. Tidak ada satu pun warganya yang terciduk pada masa pemberontakan G 30 S PKI.
"Dari desa tidak terima adnya gambar itu. Karena merasa tercemar. Indikasinya seperti apa. Desa Karangsari yang ikut diukur tidak ada temuan gambar itu, " keluhnya.(rtp)
Artikel ini telah tayang di Tribunbanyumas.com dengan judul Heboh Coretan Palu Arit di Jalanan Purbalingga, Warga Tidak Terima Dicap antek PKI
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/simbol-palu-arit-aa.jpg)