Anak Dibawa Kabur Pengasuh
Pembawa Kabur Anak Warga Aceh di Malaysia Adalah Sosok Mualaf
"Namun dirinya masuk Islam saat menikah dengan suaminya yang merupakan warga Myanmar," ujarnya.
Penulis: Saiful Bahri | Editor: Nurul Hayati
Jadi atas rekomendasi tersebut, pada Juli 2019, sempat menitip anaknya sama Rita selama tiga hari.
"Setelah itu saya ambil balik," katanya.
• Rombongan Wabup Aceh Tamiang Kecelakaan, Ajudan Alami Patah Tangan
Sekitar bulan Agustus 2019, dirinya kembali menitip anaknya ke rumah Rita selama dua pekan.
Setelah itu, dirinya pun mengambil balik untuk kedua kali.
Singkat cerita, sekitar akhir Januari 2020, dirinya kembali meminta agar Rita kembali menjaga anaknya.
"Saya datang ke tempat dia sekitar tanggal 23 Januari 2020. Saat itu Rita pun menyatakan memang akan pindah ke Malaka, sehubungan pada 25 Januari 2020, sewa rumah di Gombak telah berakhir," ceritanya.
Namun karena sudah percaya, Murshidah pun tetap menyetujui anaknya tersebut dibawa sama Rita kemana pun dia pindah.
Namun diharapkan, alamat baru nantinya bisa diberitahu pada dirinya.
Namun pada awal Fabruari 2020, dirinya pun putus kontak dengan Rita.
"Sempat sekitar tanggal 5 Februari 2020 saya kirim WA (whatsApp) ke Rita. Masuk dan terbaca sama dia. Tapi setelah itu nomor saya pun diblokirnya. Hingga sekarang saya pun tidak bisa komunikasi lagi sama Rita," paparnya.
Namun sampai saat ini, Murshidah masih yakin kalau anaknya itu ada bersama Rita.
Sehingga dia mengaku sering, menangis bila teringat pada anaknya.
Terutama saat melihat rekaman video atau pun foto Alvi.
• Takut Virus Corona, Segerombolan Pria Bersenjata Tak Rampok Uang di Supermarket Tapi Tisu Toilet
"Saya akan terus berupaya mencari, semoga anak saya bisa secepatnya ditemukan," harapnya.
Sebelumnya, Bukhari selaku Ketua Forum Solidaritas Ummah Bansigom Aceh di Malaysia, menjelaskan, pihaknya juga sedang berupaya melakukan pencarian.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/murshidah-bersama-anaknya-yang-dibawa-kabur-pengasuh.jpg)