Senin, 1 Juni 2026

Wisata

Dukung Kemajuan Tamsar 27, Ratusan Orang Camping Ground di Bengkelang

Dukungan ini tidak terlepas dari upaya pemerintah daerah menjadikan dataran tinggi Bengkelang sebagai pusat ekowisata dan agroforesty

Tayang:
Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/Dok Pribadi
Agusliayana Devita saat berada di Tamsar 27. Ratusan masyarakat Aceh Tamiang menggelar camping ground di objek wisata ini mulai Sabtu (22/2/2020). 

Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Ratusan masyarakat Aceh Tamiang menggelar camping ground di Bengkelang, Kecamatan Bandarpusaka sebagai bentuk dukungan memajukan lokasi itu sebagai objek wisata unggulan.

Kegiatan bertajuk Camping Ground di Negri di Awan dan Tamsar 27 itu berlangsung satu hari satu malam yang dimulai Sabtu (22/2/2020) siang.

Dalam kegiatan ini masyarakat mendirikan tenda di lokasi yang disebut sebagai Negeri di Awan dan pada hari berikutnya melanjutkan kegiatan di Tamsar 27.

“Di Bengkelang saat ini ada dua objek wisata yang sangat strategis, yaitu Negeri di Awan dan Tamsar 27. Jadi kegiatan camping ini akan difokuskan pada dua lokasi itu,” kata Kabag Humas Setdakab Aceh Tamiang Agusliayana Devita, Sabtu (22/2/2020).

Status Negara Berkembang Dicabut oleh AS, Apa Efeknya bagi Indonesia?

Tips Merawat Mobil Mesin Diesel, Ini Fungsi Penting Filter Solar

Tari Saman, Dalail Khairat, dan Doa dari Tu Sop Awali Pembukaan Kenduri Kebangsaan di Bireuen

Devi menjelaskan kegiatan positif ini mendapat dukungan penuh dari Pemkab Aceh Tamiang.

Dukungan ini tidak terlepas dari upaya pemerintah daerah menjadikan dataran tinggi Bengkelang sebagai pusat ekowisata dan agroforesty.

Dia menyebut sejauh ini informasi yang diperolehnya peserta camping ground ini 200 orang.

“Informasi awal ada 200 peserta. Bisa jadi ada penambahan karena kegiatan baru dimulai sore nanti,” ujarnya.

Sebelumnya Kadistanbunak Aceh Tamiang, Yunus menjelaskan 200 hektare lahan di Bengkelan dijadikan pusat budidaya jahe.

Tanaman jenis rempah-rempah ini sudah memiliki pangsa pasar khusus karena diminati pengusaha asal Bandung, Jawa Barat.

“Tidak hanya jahe, masih banyak jenis tanaman yang bisa dikembangkan di Bengkelang. Kami akan menggunakan konsep argoforestry,” kata Yunus.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved