Berita Pidie
Sengketa Tapal Batas di Batee Pidie, 3 KK di Gampong Rungkom Terkurung, Begini Kondisinya
Mereka selama ini sangat sulit untuk beraktivitas atas akses keluar masuk karena pekarangan ketiga rumah mereka telah dipagari dengan bambu.
Penulis: Idris Ismail | Editor: Nur Nihayati
Sementara itu, camat Batee, Pidie, Drs Saiful Ifwan MM kepada Serambinews.com, dalam persoalan ini sebenarnya telah tiga kali dulakukan rapat di tingkat gampong dengan menghadirkan kedua belah pihak baik Gampong Crueng dan Rungkom namun belum membuahkan hasil.
"Karena dalam sengketa tapal batas ini belum memiliki peta tapal batas secara ril sehingga masing-masing pihak saling mengklaim," jelasnya.
Kendati demikian pihak Muspika yang turut ditanda tangani oleh, camat Saiful Ifwan, Danramil 28 /Batee, Kapten Inf Syamsul Rizal.
Dan Kapolsek, AKP Jamiat Sabdar telah melayangkan surat imbauan kepada kedua keuchik serta aparatur gampong setempat sejak 20 Februari lalu baik Rungkom maupun Crueng agar saling menjaga hubungan kerharmonisan antar sesama masyarakat.
Termasuk juga meminta agar tidak memblokade atau menutup akses jalan yang digunakan sebagai sarana fasilitas umun masyarakat gampong.
"Persoalan sengketa ini telah kami sampaikan ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) atau kantor Bupati agar dapat diselesaikan oleh tim kabupaten," ujarnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/murid-sd-di-lokasi-sengketa-tapal-batas.jpg)