Jumat, 10 April 2026

Berita Pidie

Sengketa Tapal Batas di Batee Pidie, 3 KK di Gampong Rungkom Terkurung, Begini Kondisinya

Mereka selama ini sangat sulit untuk beraktivitas atas akses keluar masuk karena pekarangan ketiga rumah mereka telah dipagari dengan bambu.

Penulis: Idris Ismail | Editor: Nur Nihayati
Kiriman warga
Tiga murid SD Gampong Rungkom, Kecamatan Batee, Pidie melewati pembatas jalan yang telah ditutup akses jalan umum pasca konflik tapal batas, Selasa (25/2/2020) 

Mereka selama ini sangat sulit untuk beraktivitas atas akses keluar masuk karena pekarangan ketiga rumah mereka telah dipagari dengan bambu.

Laporan Idris Ismail I Pidie

 

SERAMBINEWS.COM, SIGLI- Ekses konflik tapal batas dua gampong Rungkom dan Crueng, Kecamatan Batee, Pidie menyebabkan tiga Kepala Keluarga (KK) terkurung.

Tiga KK ini di Gampong Rungkom, Kecamatan Batee, Pidie.

Selama dua pekan terakhir terkurung akibat dipagari pasca konflik sengketa tapal batas tersebut.

M Jafar, tokoh masyarakat Gampong Rungkom, Batee, kepada Serambinews.com, Selasa (25/2/2020) mengatakan, ketiga KK yang terkurung itu masing Nurdin, Anwar Ishak, dan Nurhayati.

Mereka selama ini sangat sulit untuk beraktivitas atas akses keluar masuk karena pekarangan ketiga rumah mereka telah dipagari dengan bambu.

Mobil Rombongan Mahasiswa Kecelakaan di Subulussalam, Ketua BEM Fakultas Ushuluddin UIN Meninggal

Cara Sederhana Cegah Penyakit Jantung di Usia Muda, Perbanyak Tawa dan Olahraga

Dinkes Sisir Krueng Ceuko, Temukan 36 Orang Terjangkit Scabies

"Akibat pemagaran ini telah memberi dampak terhadap terbatasnya akses mobilisasi warga.

Sehingga belasan warga dari ketiga KK itu saat ini seperti terisolasi karena ruang lingkungan telah terpagari," ujarnya.

Sayangnya saat anak-anak hendak bersekolah atau mengaji terpaksa pagar dibuka secara paksa dengan diselimuti rasa cemas serta was-was.

Menurut M Jafar, sejatinya persoalan konflik antar kedua gampong ini jangan menjadikan warga menjadi korban.

Akan tetapi kedua belah pihak terus mencari solusi untuk menyelesaikan tapal batas yang menjadi objek dari sasaran klaim masing-masing.

"Saya sangat berharap pihak pemerintah dapat turun tangan menyelesaikan permasalahan ini agar tidak ada warga tang terkurung hanya gara sengketa tapal batas ini," jelasnya.

Wakil Bupati Pidie, Fadhlullah TM Daud ST kepada Serambinews.com, Selasa (25/2/2020) mengatakan, pihaknya segera memerintahkan tim untuk segera menyelesaikan persoalan tapal batas antar kedua ganpong tersebut.

"Persoalan ini mesti segera diselesaikan agar tidak ada pihak yang dirugikan terutama masyarakat yang memiliki hak akses hidup secara menyeluruh,"jelasnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved