Berita Subulussalam
Kawanan Harimau Kembali Muncul di Permukiman, Terkam Ternak Warga di Subulussalam
Teror kawanan harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) yang berkeliaran di dekat permukiman penduduk di Subulussalam
Penulis: Khalidin | Editor: Muhammad Hadi
Laporan Khalidin I Subulussalam
SERANBINEWS.COM, SUBULUSSALAM - Teror kawanan harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) yang berkeliaran di dekat permukiman penduduk serta areal perkebunan di Desa Singgersing, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam belum berakhir.
Buktinya, Rabu (26/2/2020) sore tadi kawanan harimau kembali muncul dan dikabarkan memangsa ternak warga di desa tersebut.
Informasi itu disampaikan Abdul Kadir Berutu kepada Wali Kota Subulussalam H Affan Alfian Bintang SE yang turun langsung ke lokasi.
• BREAKING NEWS - Pukul Amunisi Aktif, Telapak Tangan Seorang Bocah di Aceh Utara Luka Parah
Walkot Affan Bintang turun bersama Kadis Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Subulussalam, Baginda Nasution, SH MM.
Setiba di lokasi sekitar pukul 18.15 WIB warga sudah berkerumun dan menyampaikan baru saja terjadi serangan harimau di sana.
Menurut Abdul Kadir, warga sempat mengabadikan aksi harimu menerkam ternak kambing yang sedang melintas di areal perkebunan.
"Ini baru saja pak wali harimau muncul, udah terkamnya satu kambing," terang Abdul Kadir
Walkot Subulussalam Affan Bintang langsung meninjau lokasi harimau berkeliaran serta ternak warga yang diterkam harimau.
Letak kandang sapi warga bernama Rama sebenarnya hanya terpaut 20 an meter dari rumahnya.
Harimau tampak semakin nekat turun gunung dan menerkam sapi milik warga hingga menyebabkan satu ekor terluka parah.
Bahkan terpantau kondisi ternak bekas terkaman harimau sudah makin memburuk.
Sementara ternak kambing yang diterkam sore tadi diduga sudah ludes dimangsa sang raja hutan.
Warga mengaku aksi harimau di Desa Singgersing makin menjadi-jadi.
Binatang buas itu semakin mendekat ke rumah warga.
• Polres Aceh Barat Perlihatkan Para Penadah dan Pencuri Hp
Jika sebelumnya harimau muncul pukul 19.00-21.00 WIB, tadi sore hewan dilindungi ini turun lebih awal yakni pukul 18.15 WIB.
"Makin parah ini, warga ketakutan kali karena asal malam bahkan tadi sore harimau turun ke permukiman. Kami tidak bisa kerja karena ketakutan," ujar warga.
Warga pun meminta Walkot Affan Bintang yang turun ke Desa Singgersing untuk mendesak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) wilayah II Subulussalam agar segera menangkap harimau karena sudah meresahkan masyarakat.
Selama harimau turun ke desa Singgersing warga ketakutan bertani atau memanen sawit.
Kondisi ini mengganggu perekonomian masyarakat.
Saat ini, kata warga yang diterkam atau mangsa memang ternak namun bisa saja mencelakai manusia.
"Tolong kami pak wali, instruksikan lah ke BKSDA agar harimau ini segera ditangkap. Anak-anak ketakutan. Jangankan anak-anak, kami orang tua aja ketakutan. Kalau begini terus bekerjapun kami ketakutan," pinta warga kepada Walkot Affan Bintang
Terkait permintaan warga, Walkot Affan Bintang memastikan segera menindaklanjuti ke BKSDA.
Walkot pun mengaku akan menyurati BKSDA agar segera menanggulangi dengan menangkap.
Sebab, kata Walkot Affan Bintang kini warga sudah sengsara akibat saban hari dihantui rasa takut akan kawanan harimau.
Dia pun mendesak BKSDA segera menembak bius sang hewan bertaring tersebut sebelum mencelakai manusia.
Sementara Kapolres Subulussalam, AKBP Qori Wicaksono telah menginstruksikan Kapolsek Sultan Daulat agar melakukan patroli guna mengamankan masyarakat.
Hal itu disampaikan Kapolres AKBP Qori Wicaksono kepada Serambinews.com, Rabu (26/2/2020) terkait keresahan masyarakat atas gangguan harimau yang berkeliaran ke permukiman penduduk.
Menurut Kapolres AKBP Qori Wicaksono perlindungan jiwa masyarakat tidak kalah pentingnya.
• Rektor Universitas Islam Imam Muhammad bin Saud, Arab Saudi Kunjungi Aceh
Karenanya polisi distanbykan untuk patroli dengan senjata laras panjang guna mengamankan bilama harimau muncul.
Kapolres AKBP Qori mengaku sudah memanggil pihak BKSDA untuk ditanyai seputar penanggulangan harimau sumatera yang sudah mengancam keamanan masyarakat.
Kapolres AKBP Qori mereka selaku aparat pengamanan diinstruksikan menjaga keamanan masyarakat termasuk dari gangguan binatang buas.
Sementara saat ini di Singgersing masyarakat sangat resah dan merasa terancam akibat harimau yang terus berkeliaran ke permukiman penduduk.
Lantaran itu, Kapolres AKBP Qori meminta pihak BKSDA segera mengupayakan senapan bius untuk menangkap harimau. Sebab jika tidak maka harimau dapat mencelakai manusia.
BKSDA diminta segera mendatangkan alat untuk menembak bius guna mengamankan serangan kepada manusia.
Sebab, sejauh memang harimau baru ternak yang dimangsa namun manusia juga bisa terancam.
”BKSDA kita minta segera datangkan alat untuk menembak bius. Jangan sampai harimau ini menyerang manusia, ini akan berbahaya. Masyarakat bisa marah. Kalau tak ada alat di Subulussalam minta dong ke Banda Aceh,” ujar AKBP Qori
Pada bagian lain, AKBP Qori menegaskan tim kepolisian yang turun ke lapangan menggunakan senjata tajam tujuannya menakuti harimau.
• Buaya Dengan Bobot 100 Kilogram Ditangkap di Aceh Jaya
Namun, kata AKBP Qori jika sang harimau menyerang masyarakat di lokasi polisi terpaksa melakukan penembakan.
Sebab, kata Kapolres AKBP Qori polisi dalam hal ini memiliki tugas pengamanan.
Dalam sumpah polisi, tegas Kapolres AKBP Qori juga ada melindungi jiwa raga, harta benda dan aset manusia.
Karenanya, walau harimau hewan dilindungi tapi kalau membahayakan manusia, polisi menurut AKBP Qori mempunyai dekresi untuk membunuh. Pun demikian manakala membahayakan jiwa petugas kepolisian.
”Melindungi nyawa manusia lebih berharga. Kami wajib melindungi manusia kalau membahayakan masyarakat atau petugas.
Makanya BKSDA harus segera mengatasi mmenangkap, silakan sediakan tembak bius.
Kalau taka da anggaran silakan cari minta ke provinsi jangan gara-gara ini masyarakat jadi korban,” tegas AKBP Qori.
Kapolres menyatakan polisi tidak memiliki kewenangan menembak bius,
namun bila membahayakan manusia karena ada petugas di lokasi dengan terpaksa dapat ditembak mati
Sebagaimana diberitakan, masyarakat Desa Singgersing, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam makin resah oleh kawanan harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) yang berkeliaran di dekat permukiman penduduk serta areal perkebunan setempat. “
Terus terang kami makin terancam karena harimaunya tiap malam turun ke kampong,” kata Nasution, salah seorang warga Desa Singgersing kepada Serambinews.com Rabu (26/2020)
• Pengusaha Perikanan di Simeulue Dukung Beroperasi Cold Storage Berkapasitas 100 Ton, Ini Alasannya
Menurut Nasution, kasus terakhir terjadi Selasa (25/2/2020) malam, kawanan harimau masuk ke permukiman penduduk dan menerkam ternak sapi milik Rama warga di Desa Singgersing.
Meski tidak sempat memangsa habis, namun tubuh bagian punggung dekat leher ternak sapi terluka parah akibat cakaran dan gigitan sang raja hutan.
Padahal, kandang ternak milik Rama berada persis dekat rumahnya yang tak jauh dari jalan nasional.
Masuknya harimau kembali dan nekat menerkam ternak di dekat rumah membuat masyarakat di Singgersing makin resah.
Apalagi, sebelumnya, harimau juga masuk ke permukiman penduduk dan dikabarkan membuat beberapa ekor kambing di sana hilang.
Harimau masuk hanya 25 meter dari rumah penduduk. Sementara di kasus terakhir posisi harimau hanya belasan meter dari rumah penduduk.
Masalahnya pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) belum melakukan tindakan penangkapan dalam rangka menanggulangi harimau yang makin meresahkan.
Padahal dengan aksi harimau di permukiman penduduk berpotensi mencelakai manusia.
Warga mendesak pihak BKSDA segera bertindak sebelum adanya korban manusia.
”Jangan sampai ada korban jiwa manusia dulu baru bertindak. Sekarang memang baru ternak yang diterkam tapi ini membuat warga ketakutan karena membahayakan manusia,” ujar warga
Menurut Nasution, harimau muncul ke permukiman penduduk malam ini sekitar pukul 19.30 WIB.
Tak tanggung-tanggung, binatang buas itu masuk ke permukiman penduduk dan merusak kandang ternak sapi warga di sana.
Harimau datang dan berusaha menerkam sapi ternak warga yang tak jauh dari rumahnya itu. Padahal di dekat kandang ada pemilik dan berada di sekitar rumah.
Akibat terkaman harimau, tubuh bagian punggung sapi terluka parah. Luka berada persis di bagian dekat leher atau kaki pangkal kaki depan.
• VIDEO - Aceh Pelajari Peluang Ekspor Pasir dan Kerikil ke Andaman India
Sementara tujuh ekor lainnya lari terbirit-birit ke depan rumah warga menghindari terkaman satwa dilindungi itu.
Sampai sekarang menurut Nasution dua ekor sapi warga masih hilang diduga ketakutan dna lari ke hutan.
Sebelumnya sapi milik Rama ini berjumlah 11 ekor. Dua pekan lalu dua ekor sapi ini diterkam sang raja hutan itu. Lalu, tiga hari kemudian satu ekor lagi sapi Rama kembali di mangsa.
Kini, sapi Rama tinggal delapan ekor.
Malam ini sang harimau kembali menerkam dan melukai sapi milik Rama dan dua ekor lainnya hilang.
Berdasarkan informasi sejak sebulan terakhir harimau terus berkeliaran di permukiman penduduk.
Dalam dua pekan terakhir harimau makin menjadi-jadi. Sang harimau muncul antara pukul 19.00-21.00 WIB.
Sementara pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) wilayah II Subulussalam hanya sebatas turun menyalakan mercon dan mendatangkan pawang.
Sayangnya upaya ritual pawang ternyata tidak mampu mengusir sang harimau sehingga saban malam masuk ke permukiman penduduk.
Kini warga mulai gerah dan mendesak pihak BKSDA untuk segera menanggulangi aksi harimau.
Pasalnya akibat harimau membuat warga ketakutan berusaha.
Tidur pun warga mengaku tak nyaman. Warga mengingatkan pihak BKSDA untuk tidak menunggu jatuhnya korban jiwa oleh aksi harimau di sana.
• Ibu-ibu Demo Kantor Keuchik Kareung Blang Mangat, Ini Tuntutannya
"Pihak BKSDA jangan tunggu ada korban manusia. Harimau ini sudah sangat meresahkan sekarang sudah di samping rumah. Ini bahaya, kami minta jangan sampai ada korban jiwa," tegas warga
Sebelumnya harimau sumatera kembali masuk ke permukiman penduduk di Desa Singgersing, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam, Senin (24/2/2020) malam.
Sejumlah ternak kambing warga dilaporkan ikut dimangsa sang raja hutan itu.
Ajeng, salah seorang masyarakat Desa Singgersing yang dikonfirmasi Serambinews.com mengatakan harimau tersebut diperkirakan masuk ke permukiman penduduk sekitar pukul 19.30 WIB tadi.
Posisi harimau makin dekat ke rumah penduduk hanya hitungan puluhan meter. "Sudah makin dekat harimaunya, paling 20-an meter," kata Ajeng kepada wartawan
Ajeng mengaku mereka sangat ketakutan akibat teror harimau di desa tersebut.
Pasalnya dalam beberapa hari terakhir berkeliaran dan makin mendekat. Sementara aksi pengusiran belum berhasil.
• Semarak Maulid Nabi dan Indahnya Persaudaraan Masyarakat Aceh di Sydney
Warga berharap agar pihak berenang segera mengambil langkah sigap menghalau kawanan harimau sebelum mencelakai manusia.
Jakarsi, Ketua Badan Permusyawaratan Kampong (BPK) Desa Singgersing juga melaporkan hal serupa.
Bahkan Jakarsi dengan beberapa warga sempa menyisir jejak telapak kaki harimau yang masih baru. Tampak ada bekas penyeretan yang diperkirakan ternak warga.
"Malam ini masul lagi harimaunya. Ini kami di lokasi, ada bekas jejak kaki. Ada juga kayanya bekas seretan mungkin kambing," terang Jakarsi seraya menyampaikan riual pengusiran dilakukan pawang sepertinya tidak berdampak apapun. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/sapi-diterkam-harimau-di-subulussalam.jpg)