Berita Aceh Singkil
Menggenggam Pedang Panglima Perang Kerajaan Tuangku di Aceh Singkil
Kisah tentang keberadaan pedang milik panglima perang kerajaan yang mendiami Pulau Tuangku, Serambinews.com peroleh dari Herlin.
Penulis: Dede Rosadi | Editor: Nur Nihayati
Sampai di lokasi kami dipersilahkan mencoba memegang pedang panglima. Pedang terasa berat, tapi sangat pas di genggaman ketika menyerang lawan.
• Terpisah Selama 15 Tahun, Keturunan WNI Tanpa Identitas di Malaysia Akhirnya Bertemu Ibu Kandung
Angku Tarlih pada usia senjanya, terlihat piawai menunjukan gerakan menggunakan pedang leluhurnya di pelataran rumah kayu miliknya.
Ia juga bersedia ajarkan cara memegang pedang ala panglima perang kepada Bupati Aceh Singkil.
Bila masih dalam sarung pedang ditempelkan di dada sebelah kanan. Sedangkan jika sudah ke luar sarung dipegang bersilang di dada.
Pedang menggunakan gagang tembaga. Sedangkan sarungnya terbuat dari tanduk.
Ketika di keluarkan dari sarung pedang terlihat berkarat termakan usia dan bagian mata pedang mendekat ke ujung retak.
Pedang yang memiliki panjang sekitar semeter itu lentur, tapi tak patah ketika dilengkungkan.
Retaknya mata pedang ternyata memiliki kisah tersendir.
Kala itu Panglima Bedil Oyok sedang bertarung menghadapi musuh yang bersembunyi di rumpun nibung.
• Wakil Ketua DPRK Aceh Selatan Kunjungi Panti Rehab Narkoba Pintu Hijrah
Mengetahui itu Bedil Oyok mengayunkan pedang menebasa pohon nibung hingga menjatuhkan sang lawan.
Tebasan itu menyebabkan mata pedang di dekat ujung retak. "Ini sudah makan korban ketika perang," kata Angku Tarlih mengisahkan pertarungan Panglima Bedil Oyok menghadapi musuh yang bersembunyi di rumpun nibung.
Pada masanya Panglima Bedil Oyok, dikenal sakti mandraguna. Tubuhnya kebal terhadap berbagai senjata.
Kelemahanya hanya mati bila dibedil bagian lubang telinganya. Kelemahan itu diketahui musuh. Bedil Oyok gugur setelah dibedil bagian telinganya.
Bedil Oyok memiliki nama asli Baeha. Namanya melegenda dengan sebutan Bedil Oyok yang dalam bahas Haloban artinya bedil telinga.
Angku Tarlih sendiri sudah sekitar 30 tahun memegang pedang Panglima Bedil Oyok. Pedang itu diwariskan turun temurun.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/bupati-pegang-pedang-panglima-perang-kerajaan.jpg)