Sabtu, 30 Mei 2026

Antara Anwar Ibrahim dan Muhyiddin Yassin, Siapa Perdana Menteri Baru Malaysia?

Krisis politik Malaysia telah memasuki hari kelima, Jumat (28/2/2020), di mana sejauh ini belum ada tanda-tanda kebuntuan politik akan berakhir.

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
Astro Awani
Presiden Parti Keadilan Rakyat (PKR) Anwar Ibrahim (kanan), dan Presiden Parti Pribumi Bersatu Malaysia (Bersatu) Muhyiddin Yassin.(Astro Awani) 

Baik Warisan dan GPS hampir pasti akan meminta sejumlah konsesi politik yang belum tentu dapat disetujui oleh seluruh komponen partai di koalisi Anwar maupun Muhyiddin.

Salah satunya adalah permintaan GPS agar tidak ada partai oposisi yang melawan mereka di pemilu negara bagian Sarawak.

Kemungkinan lain yang dapat dilakukan baik Anwar maupun Muhyiddin adalah membentuk pemerintahan minoritas dengan dukungan confidence and supply atau mosi percaya dari Warisan dan GPS.

Pertanyaan lain yang juga muncul adalah mengenai hubungan Mahathir dan UMNO.

Politisi 94 tahun itu tegas menyatakan menolak bekerjasama dengan mantan kendaraan politiknya itu.

Mahathir merasa integritas dan warisan politiknya akan dipertaruhkan jika dia berkoalisi dengan partai yang kerap disebutnya korup dan dikalahkannya pada pemilu Mei 2018 itu.

Dr M, demikian dia sering dipanggil, memutuskan memilih Muhyiddin untuk mencapai kompromi politik dan mengindikasikan dia tidak ingin seluruh parlementarian dari UMNO bergabung di koalisi pemerintahan baru.

Muncul juga kabar bahwa tidak seluruh parlementarian dari Bersatu menyetujui berkoalisi dengan UMNO.

Menteri Olahraga Syed Saddiq dan sejumlah petinggi teras Bersatu dilansir Malaysia Kini dirumorkan menolak mendukung Muhyiddin, skenario yang dapat memecah Bersatu dan koalisi yang sedang digagas.

Tentunya akhir pekan ini menjadi masa kritis di mana politisi Malaysia akan terus berhubungan melalui telepon, sms, whatsapp untuk mencapai deal politik terbaik.

Pertemuan-pertemuan politik juga akan bergulir.

Skenario politik mana yang paling mungkin terjadi menjadi teka-teki terbesar dari babak baru pertarungan Mahathir dan Anwar yang kembali menjadi seteru politik.

Pakarpolitik Malaysia Profesor James Chin dari Universitas Tasmania, Australia ketika dihubungi Kompas.com menuturkan masih terlalu dini untuk memprediksi.

“Hampir tidak mungkin memprediksi sekarang karena politisi Malaysia saat ini masih sibuk berpolitik dagang kuda.”

Ratusan Santri di Aceh Barat Terinfeksi Penyakit Scabies

BNN Aceh, BLK Banda Aceh dan Kemnaker RI Komit Memerangi Narkoba

Dua Petinggi Kompas Gramedia Hadiri Malam Anugerah Serambi Award 2020

 

 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Siapa Perdana Menteri Baru Malaysia? Muhyiddin, Anwar Ibrahim, atau...",

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved