Jurnalisme Warga
Serunya Tamasya ke Objek Wisata Alam Taman Rusa
SAYA sangat bersemangat ketika mengetahui bahwa santri yang mengikuti mentoring jurnalistik di Pesantren Baitul Arqam
Teman-teman yang lain juga sangat menikmati kunjungan ini. Mereka juga menuliskan apa saja yang mereka lihat dan temui di lokasi wisata ini. Kami semua senang karena bisa belajar sekaligus berpiknik ria. Namun, ada sedikit yang membuat saya agak sebal. Saya lupa membawa uang lebih sehingga tidak bisa masuk ke wahana yang saya inginkan. Walaupun sudah membayar tiket Rp15 ribu di depan, tetapi kalau kita ingin menjajal wahana yang ada di dalamnya harus membayar.
Citradaya Nita
Saya juga senang bisa membuat tulisan ini dan membagikannya kepada teman-teman lain di luar sana. Saya bersyukur bisa menjadi bagian dari kelas mentoring ini sehingga saya jadi mengerti cara menulis. Ini merupakan dunia baru bagi saya dan sangat menantang. Saya ingin menjadi penulis yang hebat dan terkenal.
Kelas mentoring menulis yang kami ikuti ini digagas oleh Kak Ihan, salah seorang jurnalis di Aceh yang menerima fellowship Citradaya Nita. Sebelum kelas mentoring dimulai setiap minggunya, para santri terlebih dahulu mengikuti seminar kepenulisan yang diisi oleh tiga pembicara. Mereka menyampaikan bahwa dengan menjadi penulis, seseorang bisa menjadi berdaya dan bisa mengeluarkan pendapatnya melalui tulisan. Oleh karena itu, setelah seminar usai dan saat santri diminta mengisi formulir untuk mengikuti mentoring. Saya tak ingin melewatkan kesempatan ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ariska-putri-rahmadhani-santri-kelas-xi-p.jpg)