Breaking News:

Serambi Award 2020

Pidie Majukan Pertanian Organik

Dalam berbagai kesempatan, Abusyik turun langsung ke lapangan untuk memberi contoh penggunaan pupuk hasil olahannya atau juga penyemprotan ke tanaman

for Serambinews.com
PENJELASAN - Bupati Pidie, Roni Ahmad SE atau Abusyik memberi penjelasan cara menggunakan pupuk organik atau alami kepada seorang petani di Gampong Leupu, Kecamatan Geumpang. 

PIDIE MAJUKAN PERTANIAN ORGANIK

Plakat Serambi Award Pidie
Plakat Serambi Award Pidie (for Serambinews.com)

Cegah Pasien Membludak di Rumah Sakit

PEMERINTAH Kabupaten Pidie akan terus berupaya memajukan pertanian organik atau alami, seusai Bupati Pidie, Roni Ahmad SE sangat risau melihat membludaknya rumah sakit di wilayahnya.

Ternyata, sebagian besar terkontaminasi dari tanaman yang tumbuh subur dengan bahan kimia, termasuk padi. Untuk mencegah kondisi itu berlanjut, Abusyik panggilan akrab Roni Ahmad membuat sendiri mengolah bahan organik untuk tumbuhan berupa pupuk atau juga hama tanaman.

Dalam berbagai kesempatan, Abusyik turun langsung ke lapangan untuk memberi contoh penggunaan pupuk hasil olahannya atau juga penyemprotan ke tanaman yang terserang penyakit, terutama kakao yang banyak ditanami petani Pidie.

Menurutnya, batang pohon yang disemprot menggunakann pupuk organik hasil olahannya, maka batang beserta daun dan buah akan merubah mengkilat. Artinya jika batang, daun dan buah telah berkilau, maka pupuk organik yang digunakan telah bereaksi menghilangkan kadar racun di dalam batang tumbuhan tersebut.

Kuncinya, Transparansi

Kabar Menggembirakan, Vietnam Umumkan Seluruh Penderita Virus Corona Sembuh, Apa Tipsnya?

Abusyik mengungkapkan  saat ini dirinya telah mengajarkan petani menggunakan pupuk organik di lima kecamatan, yakni Padang Tiji, Glumpang Tiga, Batee, Grong-grong dan Geumpang dengan hasil panen kebun meningkat.  “Ya, ditanyakan saja sama petani hasilnya. Dan, saya akan terus begerilya mengajak petani memakai pupuk organik pada tanaman.

Saya menginginkan warga saya itu sehat. Jika rumah sakit di Pidie ramai dengan warga yang berpenyakit, bermakna saya belum berhasil,” jelasnya. Ia menambahkan, pupuk hasil racikannya diberikan secara gratis, saat dirinya terjun langsung ke kebun warga. Sebagian, warga mengambil sendiri pupuk buatan Abusyik di rumah di Gampong Puuk, Kecamatan Delima, Pidie.

PENJELASAN - Bupati Pidie, Roni Ahmad SE atau Abusyik memberi penjelasan cara menggunakan pupuk organik atau alami kepada seorang petani di Gampong Leupu, Kecamatan Geumpang.
PENJELASAN - Bupati Pidie, Roni Ahmad SE atau Abusyik memberi penjelasan cara menggunakan pupuk organik atau alami kepada seorang petani di Gampong Leupu, Kecamatan Geumpang. (for Serambinews.com)

Sebab, pupuk ‘made in’ Abusyik diproduksi sendiri secara manual di rumah. Sehingga di rumah Abusyik banyak bahan baku untuk memproduksi pupuk organik. Abusyik berhasil meracik pupuk alami, mengingat mantan mantan kombatan GAM itu sudah lama menjalani rutinitas sebagai petani.

Berkat kepiawaiannya Abusyik memproduksi pupuk alami dalam menangani tanaman terkena racun, Abusyik telah diundang ke Aceh Tenggara dan Brastagi, Sumatera Utara Pada satu kesempatan, orang nomor satu di Pidie itu, pernah menggunakan senter warnah merah menyusuri kebun coklat pada malam hari di kawasan Padang Tiji, untuk melihat kakao milik petani yang terkena racun.

Abusyik menemukan batang coklat yang dipenuhi bintik-bintik putih. Tak hanya itu, Abusyik juga menemukan buah kakao yang dipenuhi bintik-bintik hitam dari pangkal hingga pada ujung buah akibat penggunaan pupuk kimia. Abusyik kini terus membimbing para petani supaya menggunakan pupuk organik dalam menyuburkan tanaman.

Kasus Proyek Fiktif di Subulussalam, Kajari : Dua Aktor Utama Segera Ditetapkan Sebagai Tersangka

Saat mengajar petani cara merawat kebun, Abusyik menyerahkan pupuk organik hasil racikannya secara gratis kepada petani. Bupati Pidie, Roni Ahmad atau Abusyik, kepada Serambi, menyebutkan, dirinya tidak senang jika rumah sakit penuh sesak dengan warga yang berobat akibat digerogoti berbagai jenis penyakit.

Salah satu penyebab karena masyarakat masih mengkonsumsi makanan yang telah terkontaminasi dengan zat kimia. Kata Abusyik, zat kimia itu menyatu dalam buah saat terjadi penyemprotan racun pada tanaman. Saat buah itu di makan, maka berefek pada tubuh manusia.

Tak hanya itu, kata alumnus Sarjana Ekonomi Sekolah Tinggi Ekonomi Sabang (STIES) Banda Aceh, dampak penyemprotan menggunakan zat kimia telah menyebabkan tumbuhan tidak subur sehingga menpengaruhi kepada buah yang juga ikut busuk.

Tak Takut Tertular Virus Corona, Warga Iran Tetap Menjilat Tempat Suci Dalam Tradisi Mereka

Editor: iklan@serambinews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved